Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI bentuk tanggap darurat bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Perum Bulog Larantuka telah menyiapkan 100 ton beras yang sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah ketika mengalami bencana kekeringan dan rawan pangan.
Jika tahun sebelunhya, tidak ada persiapan stok beras untuk bencana kekeringan, tahun ini, Perum Bulog telah menyiapkan bantuan beras cadangan, karena kondisi cuaca kekeringan yang lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kasubdivre Perum Bulog Larantuka Piter De Haan saat dikonfirmasi, Rabu (4/9), mengakui jika saat ini bulog telah menyiapkan beras-beras bantuan khusus untuk darurat bencana kekeringan.
"Kami telah menyiapkan 100 ton beras bantuan khusus untuk darurat bencana. Apalagi, saat ini, kekeringan cukup parah akibat kemarau yang berkepanjangan, sehingga menurunkan hasil produksi pangan di daerah ini. Pada 2018 lalu, tidak ada persiapan beras di Bulog. Tetapi, tahun ini, Bulog telah menyiapkan ratusan ton beras untuk bantuan bencana. Beras-beras tersebut kini disimpan di dalam gudang Bulog," papar Piter.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Ketahanan Air
Menurut Piter, beras-beras bantuan ini akan diberikan jika ada pengajuan bantuan dari Pemda setempat terkait darurat bencana.
"Beras-beras bantuan ini akan disalurkan jika ada permintaan bantuan dari pemerintah setempat melaui proposal bantuan tanggap darurat bencana. Sebelumnya, pada Maret lalu, Pemda Flotim pernah mengajukan permintaan bantuan beras, sehingga sudah disalurkan 3 ton. Jadi masih sisa saat ini 97 ton beras bantuan khusus untuk darurat bencana," jelas Piter.
Sementara itu, terkait kesetersediaan beras saat ini, Piter menjamin stok beras masih mencukupi hingga 3 bulan ke depan.
"Stok beras saat ini sebanyak 1.100 ton masih tersimpan di dalam gudang. Tentunya masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Kualitas beras pun masih terjamin dan layak dikonsumsi," pungkas Piter. (OL-2)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved