Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) harus melakukan berbagai inovasi agar beras yang tersimpan di gudang dapat terserap dengan baik melalui skema Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengungkapkan, selama ini, beras Bulog kurang diminati para penerima manfaat BPNT. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume penyaluran beras perseroan di gerai e-warong.
Mereka, ucapnya, mengutamakan menyetok beras non-Bulog yang dinilai memiliki kualitas lebih baik.
"Bulog harus menyadari bahwa kini mereka memiliki banyak pesaing dalam penyaluran beras. Maka itu, peningkatak kualitas menjadi kewajiban agar produk mereka bisa terserap pasar," ujar Galuh melalui keterangan resmi, Kamis (27/6).
Baca juga: Bulog Sumbar Beli Beras Premium dari Petani
Saat dimintai keterangan, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya selalu berupaya menjaga mutu produk mereka dalam kondisi prima.
Bulog, tegasnya, menjalankan standar operasional dan prosedur (SOP) secara tertib. Salah satunya membuka gudang setiap pagi untuk memastikan kualitas sirkulasi udara terjaga dengan baik.
"Kami juga melakukan pengendalian hama gudang terpadu setiap saat. Bulog membersihkan lingkungan di dalam dan di luar gudang serta membuka pintu gudang setiap pagi dan sore untuk menjaga sirkulasi udara," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam setiap pengadaan beras yang dilakukan, pihaknya telah melalui berbagai prosedur ketat sesuai standar pengelolaan bahan pangan. Tidak hanya dalam pemasukannya, beras yang sudah tersimpan di dalam gudang juga terus dirawat dengan cara melakukan pengendalian hama, sanitasi dan aerasi gudang.
Pengecekan kualitas beras juga dilakukan setiap dua minggu oleh petugas quality control.
"Dalam pengelolaan, kami juga melakuan mekanisme first in first out, yang lebih dulu datang akan lebih dulu keluar, untuk menghindari kerusakan," jelasnya. (A-4)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved