Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Bulog harus Tingkatkan Mutu Beras

Andhika Prasetyo
27/6/2019 16:58
 Bulog harus Tingkatkan Mutu Beras
Pekerja mengangkut karung berisi beras medium di Gudang Subdivre Bulog Purwasari II, Purwasari, Karawang, Jawa Barat, Senin (17/6).(ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar)

PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) harus melakukan berbagai inovasi agar beras yang tersimpan di gudang dapat terserap dengan baik melalui skema Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengungkapkan, selama ini, beras Bulog kurang diminati para penerima manfaat BPNT. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume penyaluran beras perseroan di gerai e-warong.

Mereka, ucapnya, mengutamakan menyetok beras non-Bulog yang dinilai memiliki kualitas lebih baik.

"Bulog harus menyadari bahwa kini mereka memiliki banyak pesaing dalam penyaluran beras. Maka itu, peningkatak kualitas menjadi kewajiban agar produk mereka bisa terserap pasar," ujar Galuh melalui keterangan resmi, Kamis (27/6).

Baca juga: Bulog Sumbar Beli Beras Premium dari Petani

Saat dimintai keterangan, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya selalu berupaya menjaga mutu produk mereka dalam kondisi prima.

Bulog, tegasnya, menjalankan standar operasional dan prosedur (SOP) secara tertib. Salah satunya membuka gudang setiap pagi untuk memastikan kualitas sirkulasi udara terjaga dengan baik.

"Kami juga melakukan pengendalian hama gudang terpadu setiap saat. Bulog membersihkan lingkungan di dalam dan di luar gudang serta membuka pintu gudang setiap pagi dan sore untuk menjaga sirkulasi udara," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam setiap pengadaan beras yang dilakukan, pihaknya telah melalui berbagai prosedur ketat sesuai standar pengelolaan bahan pangan. Tidak hanya dalam pemasukannya, beras yang sudah tersimpan di dalam gudang juga terus dirawat dengan cara melakukan pengendalian hama, sanitasi dan aerasi gudang. 

Pengecekan kualitas beras juga dilakukan setiap dua minggu oleh petugas quality control.

"Dalam pengelolaan, kami juga melakuan mekanisme first in first out, yang lebih dulu datang akan lebih dulu keluar, untuk menghindari kerusakan," jelasnya. (A-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya