Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog menyebut ada 1 juta ton beras yang berpotensi mengalami penurunan mutu.
Beras-beras tersebut sudah berada di gudang perseroan sejak tahun lalu yang merupakan hasil pengadaan luar negeri atau impor.
Pada 2018, pemerintah, melalui Perum Bulog, melaksanakan impor beras sebesar 1,84 juta ton. Sebagian stok itu masih berada di gudang dan berpotensi mengalami penurunan mutu. Adapun, stok beras yang ada di perseroan pada saat ini mencapai 2,4 juta ton.
"Beras pengadaan luar negeri kita kan usianya sudah satu tahun lebih. Pertama datang itu April 2018, sekarang sudah Juni 2019," ujar Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar di Jakarta.
Baca juga: Bulog harus Tingkatkan Mutu Beras
Dengan kondisi tersebut, ia meminta pemerintah selaku regulator bisa memberikan solusi terbaik dengan menyediakan akses penyaluran yang cukup.
"Bulog itu kan ditugasi menyimpan stok penyangga. Kalau kita sudah serap di hulu, ya harus dipikirkan juga di hilirnya, penyalurannya. Kalau hilirnya tidak ada, ya pasti rusak," ucapnya.
Sejauh ini, beras-beras perseroan dikeluarkan melalui berbagai program seperti komersial, operasi pasar dan bantuan pangan nontunai (BPNT). Namun, jumlah yang dikeluarkan masih belum menyeimbangi volume beras yang diserap. (OL-2)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved