Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tidak akan mengeluarkan biaya ganti rugi kepada Perum Bulog atas beras-beras yang mengalami penurunan mutu dan harus dibuang.
Sedianya, Kementerian Pertanian memiliki Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan CBP. Dalam beleid tersebut disebutkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) harus didisposal atau dibuang apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.
Namun, aturan tersebut tidak didukung Kementerian Keuangan karena sampai sekarang kajian terkait anggaran ganti rugi atas beras turun mutu tidak kunjung selesai.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan, kendati tidak ada dukungan berupa anggaran, perseroan tetap harus membuang beras yang telah mengalami kerusakan.
"Kami tidak bisa menahan stok yang sudah tidak bisa disalurkan karena sangat berisiko mencemari lingkungan gudang," ujar Tri kepada Media Indonesia, Minggu (14/7).
Baca juga: Pascapertemuan Jokowi-Prabowo, Investor tidak Lagi Wait and See
Namun, untuk mengeliminasi beras yang rusak, dibutuhkan proses yang cukup panjang.
"Sesuai dengan regulasi yang ada, bila ada stok CBP yang berpotensi turun mutu, kami lakukan sortasi atau pemilihan," tuturnya.
Dari hasil sortasi itu, lanjutnya, akan didapat dua macam beras, yang pertama beras yang masih bisa direproses dan yang kedua beras yang sudah tidak bisa direproses atau harus dimusnahkan.
Saat ini, ia mengatakan ada 50 ribu ton beras di gudang Bulog yang sudah sangat berpotensi turun mutu.
"Beras CBP yang sudah tidak bisa dikonsumsi untuk pangan dan pakan akan kami usulkan ke Menteri Pertanian untuk kemudian dibahas dalam rakortas. Untuk melakukan disposal kami tetap harus melalui rakortas. Masalah penggantian nanti akan dibahas lebih lanjut," tandasnya.
Adapun, pengamat pertanian Dwi Andreas Santosa berpendapat beras yang disimpan dalam jangka waktu empat bulan masih memiliki kualitas yang baik. Namun, kualitas beras tersebut pun sangat bergantung pada kadar air dan sistem pengepakan yang dilakukan.
Menurutnya, Bulog pun sudah mempertimbangkan untung rugi sebelum memutuskan berbagai kegiatan baik menyimpan maupun mengeluarkan stok.
"Bulog pasti sudah mempertimbangkan karena mereka dituntut untuk untung,” ujar Dwi. (OL-8)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved