Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menyalurkan paket zakat fitrah 1447 H/2026 M sebanyak 625 ton beras premium bagi masyarakat prasejahtera di 36 Provinsi, hingga menjangkau pelosok Indonesia.
Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi Baznas RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan Baznas RI 2026, Rulli Kurniawan, menyampaikan seluruh tahapan persiapan telah dituntaskan. “Pengemasan zakat fitrah saat ini kita sudah selesai proses pengepakan. Sekarang sudah siap kami memulai pendistribusiannya,” ujar Rulli.
Tidak hanya berfokus pada distribusi, Rulli menegaskan, program zakat fitrah tahun ini juga mengedepankan aspek pemberdayaan, sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Beras yang dibagikan kepada mustahik tidak semata-mata dibeli dari pasar umum, melainkan berasal dari petani mustahik binaan program Lumbung Pangan Baznas.
“Petani mustahik menjual berasnya kepada Baznas. Dari situ pendapatan mereka meningkat. Kemudian beras tersebut didistribusikan kepada mustahik lainnya. Terjadi perputaran ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola tersebut menghadirkan efek berganda. “Inilah keunggulannya berzakat fitrah ke Baznas ada aspek pemberdayaan dan multiplier effect. Tidak hanya memberikan kebahagian bagi penerima manfaat zakat fitrah, tapi juga kepada mustahik petani binaan. Jadi ada peningkatan pendapatan petani, perputaran ekonomi di desa, serta distribusi yang merata melalui jaringan nasional Baznas,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik, baik di Jakarta maupun di berbagai wilayah lain seperti Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga pelosok daerah lainnya di Indonesia. Seluruh proses distribusi akan digerakkan melalui jaringan Baznas yang telah hadir di 514 kabupaten/kota
Noor Achmad juga mengajak masyarakat untuk segera menunaikan zakat fitrah melalui Baznas agar penyalurannya lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak pemberdayaan yang lebih luas bagi umat.
“Zakat yang disalurkan melalui Baznas, kami pastikan diteruskan kepada delapan asnaf yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Penyaluran UPZ dan CSR Baznas RI, Ajat Sudarjat, mengungkapkan pembelian beras dari petani mustahik mampu meningkatkan pendapatan mereka hingga sekitar 60 persen.
“Artinya, zakat fitrah tidak hanya membantu penerima, tetapi juga memberdayakan petani dan menggerakkan ekonomi desa. Ada peningkatan kesejahteraan dan perputaran ekonomi di desa. Ini yang paling penting, zakat fitrah bisa menguatkan Indonesia, terutama di pedesaan,” ujar Ajat.
"Sedangkan untuk pendistribusiannya dijadwalkan mulai pekan depan ke sejumlah kabupaten/kota seluruh di Indonesia," lanjutnya.(H-2)
Nasaruddin Umar menegaskan zakat hanya boleh disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat Islam dan UU Pengelolaan Zakat, serta membantah isu zakat digunakan untuk program MBG.
Badan Amil Zakat Nasional menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91,68 juta per tahun berdasarkan harga emas 14 karat.
Dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik.
Zakat perusahaan memiliki peran strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan mustahik.
Pelaksanaan pembinaan oleh Kemenag yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 75 awardee dari 15 perguruan tinggi.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved