Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah Ramadan 2026 Mencapai Rp515 Miliar

Despian Nurhidayat
04/2/2026 17:40
Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah Ramadan 2026 Mencapai Rp515 Miliar
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menargetkan pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadan 2026 M/1447 H sebesar Rp515 miliar. 

Hal tersebut disampaikan oleh  Ketua Baznas RI, Noor Achmad, pada Konferensi Pers Program Ramadan Baznas 2026, Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung Baznas RI, beberapa hari lalu. 

Noor Achmad menyampaikan, target pengumpulan tersebut bukan semata-mata angka, melainkan bentuk ikhtiar Baznas dalam memperluas manfaat zakat bagi mustahik di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, peningkatan target pengumpulan ZIS tersebut didorong oleh tren positif kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, khususnya pada momentum Ramadan.

"Target Rp515 miliar itu hanya untuk di Baznas RI (pusat) saja. Terkait sumber penghimpunan, kami memproyeksikan kontribusi besar berasal dari perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang menyatakan komitmen untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Dari sinilah kami berani menetapkan target Rp515 miliar. Angka ini memang terbilang berani, namun landasan dan alasannya kuat," jelas Noor Achmad. 

Lebih lanjut, dia mengatakan, zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga kekuatan kolektif umat untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. "Melalui momentum Ramadan, kami berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui Baznas semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana. 

Kiai Noor juga berharap, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Baznas dapat mendorong zakat untuk memperkuat Indonesia. “Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa, sekaligus berkontribusi dalam menguatkan Indonesia, khususnya pada penanganan dan pemulihan pascabenca,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan, upaya pencapaian target Rp515 miliar akan didorong melalui peningkatan kualitas dan kemudahan layanan kepada para muzaki.

“Pada Ramadan tahun ini, kami memperkuat berbagai kanal pembayaran zakat yang lebih mudah diakses masyarakat, baik melalui platform digital maupun layanan konvensional," ujar Rizaludin. 

Ia menjelaskan, penguatan layanan digital dilakukan melalui optimalisasi kanal pembayaran zakat di website Baznas, platform daring, serta kerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital. "Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perkotaan dan generasi muda," ujar Rizaludin.

Selain itu, lanjut Rizaludin, Baznas juga akan memperluas layanan jemput zakat serta membuka gerai-gerai zakat di berbagai titik strategis, seperti di pusat pembelanjaan (mal) untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan langsung.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat tergali lebih optimal,” kata Rizaludin.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kepercayaan publik menjadi faktor kunci dalam pengelolaan dana ZIS. Oleh karena itu, Baznas berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan dana. “Kami berpegang teguh pada prinsip 3A, yakni Aman syar’i, Aman regulasi, dan Aman NKRI, dalam mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya,” tegas Rizaludin. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya