Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memberikan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat zakat (mustahik) di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebagai langkah mengurangi pengangguran.
Pelatihan menjahit tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Paradaya Movement, yakni program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan keterampilan dan sertifikasi profesi bagi masyarakat fakir miskin dan fisabilillah yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi kepada PT Paragon Technology and Innovation atas komitmen dan kepercayaannya dalam menyalurkan zakat perusahaan untuk mendukung program pelatihan berbasis kompetensi operator garmen tersebut.
“Baznas RI menginisiasi kegiatan Pelatihan Menjahit untuk memfasilitasi mustahik binaan zakat Paragon Technology and Innovation lewat Program Paradaya Movement. Kami berharap kegiatan ini bisa bantu menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan keterampilan kerja para mustahik supaya mereka bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (13/11).
Saidah menyampaikan, adapun penerima manfaat dari program ini sebanyak 135 orang dari kalangan fakir, miskin, dan fisabilillah yang belum memiliki pekerjaan tetap. "Mereka mendapatkan pelatihan teknis menjahit, pendampingan keterampilan, hingga sertifikasi profesi," jelas Saidah.
Lebih lanjut, Saidah menjelaskan, program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang kerja bagi peserta yang telah dinyatakan kompeten. "Setelah pelatihan selesai, penerima manfaat juga difasilitasi untuk bisa bekerja di sejumlah perusahaan garmen di wilayah Jawa Tengah, khususnya pada Kabupaten Semarang dan Kendal," ujar Saidah.
Saidah menambahkan, pelaksanaan program ini turut melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Semarang, Baznas Kabupaten Kendal, Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) PC MNU Semarang, hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Muliya.
“Harapannya, peserta yang telah memperoleh sertifikat kompetensi bisa langsung terserap di industri garmen setempat dengan penghasilan yang layak dan berkelanjutan. Dengan begitu, pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata Saidah.
Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead Semarang PT Paragon Technology and Innovation, Anita Mega Tristianti, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik bersama Baznas.
Ia menuturkan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen PT Paragon Technology and Innovation untuk berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran zakat perusahaan.
"Kami memaknai kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebagai sebuah gerakan nyata untuk membuka jalan bagi masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya. Ketika masyarakat dibekali keterampilan dan kesempatan kerja, maka mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara," ujar Anita. (E-3)
Zakat perusahaan memiliki peran strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan mustahik.
Pelaksanaan pembinaan oleh Kemenag yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 75 awardee dari 15 perguruan tinggi.
Baznas RI menggelar Baznas Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam memperkuat gerakan zakat di Indonesia. Salah satu penerimanya adalah Komeng.
Keberhasilan Ponco Sulistiawati menjadi contoh nyata dampak zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
BAZNAS RI terus mendorong pelibatan aktif BAZNAS daerah dalam perencanaan dan implementasi program ZIS-DSKL yang berdampak langsung bagi mustahik.
Prabowo menjelaskan bahwa disrupsi akibat AI dan robotika berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan manusia, terutama di sektor manufaktur dan riset.
Pemerintah telah menggulirkan Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi, khusus untuk sarjana dan diploma yang baru lulus atau akan lulus dalam setahun terakhir.
Tingkat pengangguran muda di Indonesia berada di angka 17,3% dan menjadikannya tertinggi kedua di Asia setelah India.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi meminta publik melemparkan kritik berbasis pada, bukan perasan semata.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonedia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam menyatakan bahwa badai pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak hanya terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved