Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Muhammad Faisal menegaskan, indikator utama yang perlu mendapat perhatian yaitu penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas.
Menurut Faisal, penurunan pengangguran justru bisa menjadi sinyal yang kurang positif apabila sebagian besar penyerapan tenaga kerja terjadi di sektor informal, bukan di sektor formal yang lebih stabil dan produktif.
"Pengangguran bisa saja turun, tetapi itu belum tentu bagus jika yang banyak tercipta justru pekerjaan di sektor informal. Pada dasarnya, sektor informal bukanlah pilihan utama tenaga kerja, melainkan karena keterbatasan lapangan kerja formal," ujar Faisal saat dihunungi, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan secara keseluruhan, meskipun secara statistik tingkat pengangguran terlihat membaik. Hal ini, lanjut Faisal, tercermin dari data upah riil yang masih tertekan.
"Data BPS terakhir menunjukkan upah riil masih terkontraksi sekitar 0,7%. Artinya, meskipun orang bekerja, daya beli dari upah yang diterima justru menurun sepanjang 2025," katanya.
Faisal menekankan bahwa evaluasi pasar tenaga kerja tidak bisa hanya berfokus pada tingkat pengangguran secara agregat, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas pekerjaan, stabilitas pendapatan, serta perlindungan tenaga kerja.
"Yang harus dilihat ialah apakah pekerjaan yang tercipta itu formal, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja. Tanpa itu, perbaikan pasar kerja hanya bersifat semu," pungkasnya. (I-2)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dari sisi pengeluaran mengalami pertumbuhan yang seluruhnya positif secara year on year.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
BPS mencatat produksi padi 2025 melonjak 13,29% menjadi 60,21 juta ton GKG. Simak proyeksi panen raya awal 2026 dan wilayah sentra produksi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved