Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Pengangguran Turun belum Tentu Cerminkan Kualitas Pasar Kerja

Naufal Zuhdi
05/2/2026 19:06
Pengangguran Turun belum Tentu Cerminkan Kualitas Pasar Kerja
Penjaga stan perusahaan memberikan informasi kepada pencari kerja saat pameran bursa kerja dan karier di Gedung Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).(Antara/Makna Zaezar)

PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Muhammad Faisal menegaskan, indikator utama yang perlu mendapat perhatian yaitu penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas.

Menurut Faisal, penurunan pengangguran justru bisa menjadi sinyal yang kurang positif apabila sebagian besar penyerapan tenaga kerja terjadi di sektor informal, bukan di sektor formal yang lebih stabil dan produktif.

"Pengangguran bisa saja turun, tetapi itu belum tentu bagus jika yang banyak tercipta justru pekerjaan di sektor informal. Pada dasarnya, sektor informal bukanlah pilihan utama tenaga kerja, melainkan karena keterbatasan lapangan kerja formal," ujar Faisal saat dihunungi, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan secara keseluruhan, meskipun secara statistik tingkat pengangguran terlihat membaik. Hal ini, lanjut Faisal, tercermin dari data upah riil yang masih tertekan.

"Data BPS terakhir menunjukkan upah riil masih terkontraksi sekitar 0,7%. Artinya, meskipun orang bekerja, daya beli dari upah yang diterima justru menurun sepanjang 2025," katanya.

Faisal menekankan bahwa evaluasi pasar tenaga kerja tidak bisa hanya berfokus pada tingkat pengangguran secara agregat, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas pekerjaan, stabilitas pendapatan, serta perlindungan tenaga kerja.

"Yang harus dilihat ialah apakah pekerjaan yang tercipta itu formal, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja. Tanpa itu, perbaikan pasar kerja hanya bersifat semu," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik