Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur beras utama bagi Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Tidak hanya sebagai penyalur, perseroan juga dipercaya menjadi manajer suplai yang bertugas mengoordinasi distribusi beras untuk e-Warong di daerah-daerah.
"Saya berikan karpet merah kepada Bulog untuk salurkan beras BPNT. Saya yakin Bulog dapat berperan maksimal," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang di Jakarta, Kamis (4/7).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pun menyambut baik keputusan Kementerian Sosial yang akhirnya melibatkan pihaknya dalam Program BPNT. Menurut Budi, hal itu membuat peran Bulog menjadi jelas.
"Kalau untuk program seperti ini saja tidak diberi peran, berarti sudah tidak perlu lagi ada Bulog. Kita kan bukan bicara keuntungan, tapi bagaimana kita bisa melaksanakan program pemerintah dengan sebaik-baiknya," ucap Budi Waseso.
Sebagai manajer suplai, Bulog juga diizinkan menggandeng perusahaan-perusahaan di daerah untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
"Swasta juga kami rangkul karena kami tidak bisa mutlak mejalankan 100%. Yang terpenting, di sini ada pemerintah, dalam hal ini Bulog, untuk menjamin ketersediaan dan kualitas kepada masyarakat," ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Masih Bahas Hitungan Teknis Tiket Pesawat LCC
Dalam pelaksanaannya, Bulog juga diwajibkan menyalurkan beras yang masih dalam kondisi baru atau tidak terlalu lama yang tersimpan di gudang.
Artinya, sebagian besar stok yang kini berada di gudang perseroan tidak bisa digunakan untuk program tersebut.
Sebagaimana diketahui, untuk keperluan BPNT setidaknya dibutuhkan beras sebesar 1,5 juta ton.
Dengan demikian, untuk sisa tahun ini, Bulog diproyeksikan bisa mendistribusikan beras sebanyak 700 ribu ton ke seluruh daerah di Indonesia. (OL-8)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved