Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pelatihan Tata Boga Dorong Kemandirian Ibu Rumah Tangga

Insi Nantika Jelita
19/1/2026 12:09
Pelatihan Tata Boga Dorong Kemandirian Ibu Rumah Tangga
Ilustrasi(Dok YIS)

GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kegiatan ini digelar di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (15/1) itu diikuti sebanyak 50 ibu rumah tangga.

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno berharap pelatihan ini membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral, berupa talam singkong dan muffin pisang. Selain mengajarkan keterampilan membuat makanan viral, para ibu juga terampil menggunakan Artificial Inteligence (AI) untuk membantu pemasaran produk.

"Terpenting adalah terbangun jejaring antar usaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Minggu (18/1).

Pelatihan tata boga dipilih karena dianggap cukup efektif dan efisien, mengingat bahan baku yang bisa mudah ditemukan. Nantinya, program ini tidak hanya berhenti sampai di pelatihan baking saja, akan tetapi ada pendampingan lanjutan yang bisa diikuti para Ibu.

"Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha," ungkap Sandiaga Uno. Dari talam singkong dan muffin pisang, ibu-ibu auto (langsung) bikin cuan," tambahnya.

Perwakilan Rumah Zakat, Asep Suhendar menyampaikan pelatihan hari ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat.

"Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," ungkap Asep.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Kertaangsana, Dinding. 

Mewakili perangkat Desa Kertaangsana, dirinya berterima kasih kepada YIS dan Rumah Zakat yang telah memilih Desa Kertaangsana sebagai lokasi untuk program pemberdayaan ekonomi Ibu-ibu. Dirinya berharap program ini membawa manfaat bagi Ibu-Ibu untuk memiliki keterampilan dalam membuat suatu usaha rumahan.

"Akhirnya bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," ujarnya.

Diketahui, pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual. Dari Kegiatan tersebut, para ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 91 pesanan Talam Singkong, dan 108 pesanan Muffin Pisang dengan harga jual Rp5.000 untuk kedua produk. Mereka mendapatkan pendapatan sekitar Rp1.005.000 dari pesanan di hari tersebut. 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner