Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Latih Para Ibu Pasarkan Kuliner dengan AI, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja

Putri Anisa Yuliani
12/1/2026 07:26
Latih Para Ibu Pasarkan Kuliner dengan AI, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Pelatihan kuliner dan pemasaran produk menggunakan AI.(Dok YIS)

GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 50 orang ibu itu digelar di Aula Masjid Nurul Huda, Kukusan, Beji, Depok pada Sabtu (10/1).

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen YIS dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi.

Tujuannya, agar para ibu bisa membuka peluang usaha rumahan dan mandiri lewat produk makanan viral yang relatif mudah dibuat, berbahan baku murah, dan mudah ditemukan. 

“Lewat pelatihan ini, kami ingin mendorong kesetaraan dan menghilangkan stigma kalau perempuan cuma di rumah. Kaum Emak-emak juga punya potensi untuk berdaya dan berkontribusi secara ekonomi,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangan resmi, Minggu (11/1).

Selain keterampilan memasak, para ibu juga dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara praktis untuk membantu pemasaran produk.

"Pakai AI, pemasaran lewat medsos jadi lebih mudah. Tinggal foto (produk), tulis prompt-nya pakai AI, upload, langsung bisa jualan di instagram," ungkap Sandiaga Uno.

"Jualan jadi lebih mudah," tambahnya.

Ketua OK OCE Forever, Esti Dwi Gandini, menjelaskan bahwa pada sesi kick-off program, peserta diajarkan keterampilan dasar membuat nugget dan dimsum mentai. Kedua menu tersebut dipilih karena fleksibel untuk dimodifikasi sesuai selera pasar.

“Selain hardskill memasak, peserta juga kami ajarkan penggunaan generative AI untuk membuat konten promosi. Bahkan, mereka langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama,” kata Esti.

Dari tantangan tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 250 potong nugget dan 235 potong dimsum. Dengan harga jual berkisar Rp2.000 hingga Rp3.500 per potong, para ibu-ibu memperoleh pendapatan sekitar Rp1.177.500 hanya dalam satu hari.

"Setelah sesi pelatihan tatap muka, program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga pekan," jelasnya.

Pendampingan tersebut bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para pelatih, sekaligus memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan usaha yang muncul.

Selama masa pendampingan, peserta akan dibimbing untuk berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

"Peserta juga diberi ruang untuk berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan masukan yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha mereka," jelasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya