Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pelatihan Kuliner, Cara Sandiaga Uno Buka Lapangan Kerja Buat Emak-Emak

Putri Anisa Yuliani
11/11/2025 16:35
Pelatihan Kuliner, Cara Sandiaga Uno Buka Lapangan Kerja Buat Emak-Emak
Pelatihan memasak bagi ibu-ibu untuk membuka lapangan kerja.(Dok YIS)

DALAM upaya membuka lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Cahaya Ladara Nusantara (CLN) menggelar pelatihan kuliner bertajuk 'Sarapan Viral: Sushi dan Onigiri' di EST Jakarta, Jalan Cililitan Besar, Makasar, Jakarta Timur pada Minggu (9/11).

Pelatihan ini diikuti oleh 50 ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jakarta Timur. Mereka dilatih membuat dua menu sarapan populer, yakni sushi dan onigiri.

Kedua kuliner khas Jepang itu yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan.

"Kami ingin membantu menghilangkan stigma bahwa perempuan hanya bisa di rumah. Melalui pelatihan ini, mereka bisa belajar keterampilan praktis dan membuka peluang usaha sendiri," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Selasa (11/11).

Menurut Sandiaga Uno, pilihan menu sushi dan onigiri diambil karena bahan-bahannya murah, mudah diperoleh, serta dapat dimodifikasi sesuai selera pasar.

Peserta juga diajarkan cara memanfaatkan teknologi digital, termasuk penggunaan aplikasi ChatGPT untuk membuat konten promosi usaha mereka.

Sebagai bagian dari pelatihan, peserta ditantang membuka penjualan perdana (open pre-order) di hari yang sama

"Hasilnya langsung ada 127 pesanan," imbuhnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, setelah sesi pelatihan tatap muka, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu.

Program ini mencakup pelatihan pembuatan konten promosi, strategi pemasaran digital, serta sesi diskusi dan konsultasi dengan para mentor.

"Pendampingan ini diharapkan dapat membantu emak-emak menghadapi tantangan dalam membangun usaha kuliner," jelasnya.

Terpisah, Pembina CLN, Dewi Motik menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dalam membangun usaha.

"Sejak usia sembilan tahun saya sudah berjualan. Dari kebiasaan memasak, saya belajar bahwa keterampilan ini tidak akan pernah mati. Resep sukses itu sederhana, mau berusaha dan konsisten," ujarnya.

Dewi menambahkan, pengusaha kecil perlu memiliki mental kuat karena naik-turunnya usaha adalah hal yang wajar.

"Yang penting disiplin, rendah hati, saling menghargai, dan taat aturan," katanya. (Put)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik