Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

95 Ibu Rumah Tangga Buka Usaha Kue Kering, Ini Kata Sandiaga Uno

Ihfa Firdausya
16/2/2026 19:54
95 Ibu Rumah Tangga Buka Usaha Kue Kering, Ini Kata Sandiaga Uno
Pelatihan kue kering.(Dok Yayasan Indonesia Setara )

YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Nekno dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pelatihan pembuatan olahan komoditas lokal berupa kue kering gluten free dan rendah kalori kepada ibu-ibu di Kabupaten Kerinci, Jambi, Jumat (13/2). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.

Program tersebut juga diharapkan dapat membantu menghapus stigma bahwa perempuan hanya berperan di ranah domestik. Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan program ini diikuti oleh 95 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kerinci.

“Pelatihan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan melalui produk makanan berupa kue kering gluten free dan rendah kalori. Selain itu, para peserta juga dibekali keterampilan membuat produk makanan yang saat ini tengah diminati pasar,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Senin (16/2).

Ia menambahkan, aspek terpenting dari kegiatan ini adalah membangun jejaring pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong penjualan berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi. Menurut dia, workshop tersebut bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Ketahanan pangan saat ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas, keamanan, nilai gizi, dan keberlanjutan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat turut mendorong kebutuhan produk gluten free dan rendah kalori,” kata Zainal.

Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mengolah bahan pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian menjadi produk bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini, diharapkan lahir produk inovatif yang sehat, wirausaha baru di bidang pangan sehat, serta jejaring kolaborasi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci, lanjutnya, berkomitmen mendukung penguatan sektor pangan dan ekonomi kreatif agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkolaborasi, dan terus berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutupnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik