Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Transfer Keterampilan, Investor KEK Industropolis Batang Kirim Ratusan Karyawan ke Tiongkok

Supardji Rasban
25/2/2026 21:38
Transfer Keterampilan, Investor KEK Industropolis Batang Kirim Ratusan Karyawan ke Tiongkok
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Untuk lebih memberdayakan karyawan dalam bekerja, investor di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah, mengirim karyawan asal Indonesia ke Tiongkok. Langkah tersebut diambil sekaligus dalam upaya membangun industri berdaya saing global. Salah satu perusahaan yang mengirim karyawan ke Tiongkok, yakni PT Ace Medical Products Indonesia. Sebanyak 156 karyawan Indonesia dikirim ke Tiongkok untuk mengikuti pelatihan intensif langsung di Zhijiang, Hubei.

Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global. Sedangkan program pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni periode November 2025–Februari 2026 dan Maret–Juni 2026. Ada sebanyak 80 persen tenaga kerja yang dikirim ke Tiongkok dan mereka berasal dari Kabupaten Batang.

Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menyampaikan jika pelatihan dilakukan di Tiongkok karena seluruh sistem produksi, teknologi mesin, bahan baku, hingga instruktur masih terpusat di negara asal investor bersangkutan. “Intinya kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia memahami proses produksi secara menyeluruh, mulai dari teknologi, standar operasional, hingga budaya kerja. Sehingga ketika pabrik di Batang beroperasi penuh, mereka sudah siap bekerja dengan standar internasional,” ujar Agnes Galih kepada sejumlah jurnalis, Rabu (25/2/2026).

Agnes menuturkan dalam pelatihan tersebut, para karyawan dibekali kompetensi lintas bidang, mulai dari operator mesin produksi, quality assurance (QA), teknisi, sterilisasi, pengelolaan limbah dan air limbah, hingga sistem manajemen produksi berbasis teknologi. Selain aspek teknis, investor juga menanamkan penguatan manajerial dan etos kerja industri modern. Salah satu peserta pelatihan ke Tiongkok, Mokhammad Bima Dewanda, menyatakan pelatihan di Tiongkok membuka wawasan baru tentang standar industri global.

“Budaya kerjanya sangat terbuka. Tidak ada istilah tidak bisa selama mau belajar. Ilmu yang saya dapat nanti akan saya terapkan dan bagikan ke rekan kerja di Batang,” ujar Bima, seraya menambahkan pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan, seluruh operasional dan manajemen PT Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dijalankan oleh tenaga kerja Indonesia.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berpandangan yang dilakukan investor tersebut menunjukkan jika investor yang masuk ke Batang tidak sekadar membangun pabrik, tapi juga peningkatan SDM para karyawan. “Bukan hanya soal penyerapan tenaga kerja, tetapi tentang peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global. Dampaknya akan memperkuat daya saing industri Batang ke depan,” jelas Faiz.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki menuturkan jika pihak pengelola kawasan Industri Batang memang mendorong investasi yang memberikan nilai tambah jangka panjang. “Kami bukan hanya membangun pabrik, tetapi juga membangun manusia. Pengiriman ratusan tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor adalah bukti nyata transfer teknologi dan knowledge sharing,” ujar Burhan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya