Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pocong Jalanan Meresahkan Pengguna Jalan di Kawasan Wisata Lembang

Depi Gunawan
29/12/2025 21:28
Pocong Jalanan Meresahkan Pengguna Jalan di Kawasan Wisata Lembang
Satpol PP Bandung Barat mengamankan pocong jalanan yang sering beraksi di Lembang.(MI/DEPI GUNAWAN)

KEMUNCULAN orang berpakaian pocong atau pocong jadi-jadian di tengah hiruk pikuk kemacetan lalu lintas kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dikeluhkan sejumlah pengguna jalan.

Pasalnya, mereka kerap meminta uang dengan mengetuk kaca kendaraan roda empat. Tak jarang, para pocong tersebut juga mengejar mobil bila belum memberikan uang.

Keberadaan pocong jadi-jadian ini dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas. Aksi meminta-minta hingga ke tengah jalan kerap menyebabkan arus kendaraan tersendat, terutama di saat volume kendaraan meningkat.

Aksi para pocong ini sering ditemui di sekitar Jalan Grand Hotel Lembang dengan ciri khas mengenakan kostum pocong berwarna-warni.

Menindaklanjuti keluhan warga, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung melakukan penertiban dan memberikan pembinaan kepada para pocong jadi-jadian tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang pria berkostum pocong mengakui bahwa mereka memang sempat ditertibkan oleh Satpol PP.

Ia menyebut, aksi turun ke jalan dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan tetap selain menghibur masyarakat dengan mengenakan kostum pocong.

Mereka pun meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat memberikan solusi, sehingga mereka tidak harus terus turun ke jalan untuk mencari nafkah.

"Kami mencari nafkah dengan menjadi pocong karena pekerjaan sudah tidak ada. Pak Dedi, tolong kebijaksanaannya. Bukan kami takut sama gubernur, tapi kami takut anak istri kami tidak makan," ujar salah satu pocong dalam video tersebut.


Pendapatan meningkat


Salah seorang pocong bernama Firmansyah juga membenarkan bahwa sejumlah rekannya sempat diamankan petugas Satpol PP. Penertiban dilakukan karena aktivitas mereka dinilai menghambat arus lalu lintas, terutama saat libur panjang.

Dia menambahkan, keberadaan mereka menjadi perhatian setelah aksinya diketahui langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Peristiwanya waktu ada gubernur di alun-alun. Ada dua orang pocong yang mengejar Pak KDM. Setelah diberi uang oleh Pak KDM, mereka kemudian pergi," lanjutnya, di Lembang, Senin (29/12).

Di sisi lain, Firmansyah mengakui bahwa libur panjang akhir tahun menjadi momen untuk meraup pendapatan dari wisatawan yang berkunjung ke kawasan Lembang.

Bahkan, ia kini menyediakan kode QR bagi wisatawan yang ingin memberikan sumbangan namun tidak membawa uang tunai.

"Kalau hari biasa pendapatan sekitar Rp100 ribu, tapi saat libur Natal dan Tahun Baru bisa lebih, bahkan mencapai Rp200 ribu per hari," ucap Firmansyah.

Dia mengaku telah menjalani aktivitas sebagai pocong jalanan selama tujuh tahun terakhir. Uang yang diperolehnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Terkait keluhan pengguna jalan soal adanya oknum pocong yang memaksa meminta uang, Firmansyah menegaskan bahwa tidak semua pocong memiliki perilaku yang sama.

"Enggak semua seperti itu, setiap orang punya karakter. Penindakan Satpol PP ini justru supaya para pocong tertib, tidak memaksa, dan tidak mengganggu arus lalu lintas," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner