Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kolaborasi Lintas Pihak Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Irvan Sihombing
27/12/2025 12:21
Kolaborasi Lintas Pihak Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Gandeng Berbagai Pihak, Kementan Upayakan Peningkatan Kompetensi Petani Jabar(Dok. Istimewa)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, karena pengembangan sektor pertanian tidak dapat hanya dibebankan kepada Kementerian Pertanian semata. 

Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menciptakan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan mampu menjawab tantangan di sektor pangan. Menurut Mentan Amran, pertanian merupakan sektor vital yang berada di garis depan penyediaan pangan.

"Oleh karena itu, pengembangan pertanian memerlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang kompeten," katanya dalam keterangan, Jumat (27/12/2025).

Sejalan dengan arahan tersebut, sebanyak 20 petani Provinsi Jawa Barat binaan PT Warga Kujang Sejahtera menyelesaikan pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jumat (19/12/2025). 

Pelatihan bertajuk Pelatihan Teknis Budidaya dan Pengendalian Hama pada Komoditas Padi, Kopi, dan Tanaman Hortikultura, dirancang untuk melatih petani dalam persiapan, budi daya, dan pascapanen pertanian di komoditas padi, kopi, dan hortikultura.

Pelatihan yang berjalan dalam jangka waktu empat hari tersebut, juga membawa peserta ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang dikelola oleh BBPP Lembang.

Pembukaan pelatihan sendiri dihadiri oleh Vice President TJSL PT Pupuk Kujang Agung Gustiawan dan Asisstant Vice President TJSL Iwan Faridwan.

Selanjutnya para peserta dilatih mengenai berbagai topik. Minat tinggi ditunjukan ketika para widyaiswara selaku pemberi materi membahas mengenai pupuk organik. Para peserta dilatih secara klasikal dan praktik lapangan.

Para widyaiswara pun menunjukkan tahap-tahap pembuatan pupuk dengan pupuk kandang. Selain itu ada pun pupuk cair dengan memanfaatkan kotoran kelinci yang dapat mudah diperoleh oleh para petani.

Di BBPP Lembang, peserta pelatihan mendapat sarana berlatih budidaya tanaman hortikultura dan kopi yang dapat ditemukan di Inkubator Agribisnis.

Selama pelatihan para petani juga mempelajari inovasi yang diupayakan oleh Kementerian Pertanian. Salah satunya adalah smart light trap yang tengah dikembangkan oleh BBPP Lembang. Perangkap hama pintar ini menggunakan cahaya berbagai warna untuk menarik perhatian hama dan memerangkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya ketersediaan SDM pertanian yang berkualitas.

Di sisi lain Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan bahwa UPT BPPSDMP berupaya menciptakan pelatihan yang inklusif dengan merangkul semua stakeholder. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya kepada peserta pelatihan.

“Kami juga berupaya mencetak petani yang profesional yang dicirikan oleh memiliki kemampuan khusus yang dapat membantu dalam menyelesaikan setiap pekerjaan,” ucap Ajat. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik