Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Kerusakan Lingkungan Masif, Akses Offroad Ilegal di Hutan Nyawang Bandung Ditutup

Depi Gunawan
19/2/2026 18:36
Kerusakan Lingkungan Masif, Akses Offroad Ilegal di Hutan Nyawang Bandung Ditutup
Warga Kampung Cipariuk, Kabupaten Bandung Barat, melayangkan protes keras terkait kerusakan jalan desa dan pipa air akibat aktivitas offroad serta motocross ilegal .(MI/Depi Gunawan)

PERUM Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara memutuskan untuk menutup sementara kawasan hutan Nyawang Bandung di Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya aktivitas kendaraan offroad dan motocross ilegal yang memicu kerusakan lingkungan dan infrastruktur warga.

Penutupan akses masuk ini dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan guna memulihkan ekosistem hutan serta memperbaiki jalur distribusi air bersih yang terdampak.

Keluhan Masyarakat dan Dampak Lingkungan
Aktivitas kendaraan roda empat dan dua tersebut dilaporkan merusak akses jalan desa. Bekas lintasan kendaraan meninggalkan lubang dalam yang menyulitkan mobilitas warga, terutama para peternak sapi yang mencari rumput. Selain itu, jaringan pipanisasi air bersih milik warga juga mengalami kerusakan serius.

"Kami kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat sekitar kawasan hutan, hari ini menutup akses masuk jalur-jalur ilegal offroad dan motocross. Memang ini dikeluhkan masyarakat merusak jalan dan lainnya," ujar Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lembang, Cucu Supriatna, Kamis (19/2).

Pengawasan Terkendala Jalur Tikus
Cucu menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memiliki mitra resmi, yakni Sapari Hutan, untuk mengelola aktivitas offroad secara legal di Bandung Utara. Namun, banyaknya pintu masuk ilegal membuat pengawasan di lapangan menjadi sulit.

"Untuk aktivitas cross liar itu memang sudah ada larangan Kementerian Kehutanan. Kelemahan kami di lapangan, terus terang petugas kewalahan karena tidak bisa setiap saat mengawasi setiap jalur masuk," bebernya.

Sebagai langkah perbaikan, Perhutani bersama pengelola legal mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak secara bertahap.

"Hasil pengecekan lapangan, kita gak menutup mata bahwa ada akses warga yang rusak serta pipa air rusak. Tapi kami bersama pengelola legal wisata offroad, Sapari Hutan kami lakukan perbaikan jalan serta penggantian pipa. Itu dilaksanakan bertahap," jelas Cucu.

Pemasangan Portal Permanen
Ke depan, pihak Perhutani berencana membangun portal permanen di titik-titik rawan pintu masuk ilegal. Dana pembangunan portal ini disebut berasal dari kontribusi kepedulian Koperasi Safari Hutan.

Di sisi lain, perwakilan warga Kampung Cipariuk, Dadang Aziz Muslim, 50, menegaskan bahwa masyarakat tidak anti terhadap kegiatan wisata, asalkan dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

"Yang diharapkan masyarakat itu kondisi jalan, jadi kami tidak menutup akses di dalamnya. Namun jalan desa yang menjadi lintasan aktivitas offroad itu yang kami permasalahkan. Karena jalan jadi rusak. Ada beberapa ruas jalan termasuk di Lembang Asri," tegas Dadang. (DG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya