Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia mengatakan, kepala desa harus jadi garda terdepan dalam pelaksanaan hal tersebut.
Hal itu disampaikan saat Raja Juli Antoni saat menghadiri Pertemuan 2.255 kepala desa se-Sulsel dalam Jambore Kepala Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2025 di Gowa, Sabtu (13/12). Turut hadir di lokasi, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi.
Ia mengatakan, nilai kearifan lokal Bugis–Makassar yakni Sulapa Eppa’ Walasuji, sebagai filosofi keseimbangan alam yang relevan dengan kebijakan kehutanan nasional. Ia menekankan bahwa ketidakseimbangan unsur alam diantaranya bumi, air, api, dan angin dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia.
"Ketidakseimbangan salah satu unsur akan membawa petaka tidak hanya bagi alam, tetapi juga bagi kehidupan manusia yang menjadi bagian esensial dari sistem itu sendiri," ujar Raja Juli, dalam keterangannya, Minggu, (14/12).
Menhut juga menyoroti kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan yang menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari fauna endemik seperti Anoa, Tarsius dan Yaki (monyet hitam Sulawesi) hingga flora khas seperti eboni. Menurutnya, perlindungan keanekaragaman hayati harus berjalan seiring dengan penguatan perhutanan sosial, pengelolaan DAS, dan perlindungan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Menhut menyampaikan capaian Perhutanan Sosial yang secara nasional telah menjangkau 8,3 juta hektar dan melibatkan 1,4 juta kepala keluarga. Khusus Sulawesi Selatan, perhutanan sosial telah diberikan pada 423 ribu hektar melalui 805 unit SK dan berdampak langsung pada sekitar 81 ribu KK.
Menhut juga mengingatkan pentingnya perlindungan DAS sebagai bagian tak terpisahkan dari pengelolaan hutan. Sulawesi Selatan memiliki 1.058 DAS, dengan sembilan di antaranya masuk kategori rawan banjir yang tersebar di 24 kabupaten/kota dan 456 desa.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, dan dunia usaha. Ia berharap semangat Sulapa Eppa’ Walasuji terus menjadi roh dalam setiap kebijakan dan tindakan pembangunan desa yang berkelanjutan.
"Kita tidak sekadar mengelola hutan. Kita menjaga kehidupan dari air yang mengalir, tanah yang menyuburkan padi, sampai udara yang sehat di ladang dan rumah kita. Bersama-sama, kita adalah penjaga bumi dan pembawa harapan bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. (H-3)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, keterlibatan petani hutan dalam menjaga kelestarian hutan adalah hal yang sangat krusial.
MENTERI Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan.
Di Kabupaten Tapin tercatat ada 15 perusahaan tambang dan perkebunan yang beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Tapin, bagian dari DAS Nagara dan DAS Barito.
Di dekat Jembatan Baru, Batu Busuk, Kecamatan Pauh, banjir memasuki satu rumah warga. Air setinggi lutut membuat delapan penghuni rumah terjebak.
Di Kota Padang, debit air DAS Batang Kuranji dilaporkan meningkat tajam setelah hujan turun tanpa jeda sejak siang hari.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved