Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ke Sulsel, Menhut: Kepala Desa Harus Jaga DAS dan Hutan dengan Kearifan Lokal

Putri Rosmalia Octaviyani
14/12/2025 11:24
Ke Sulsel, Menhut: Kepala Desa Harus Jaga DAS dan Hutan dengan Kearifan Lokal
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.(Dok. Kemenhut)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia mengatakan, kepala desa harus jadi garda terdepan dalam pelaksanaan hal tersebut.

Hal itu disampaikan saat Raja Juli Antoni saat menghadiri Pertemuan 2.255 kepala desa se-Sulsel dalam Jambore Kepala Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2025 di Gowa, Sabtu (13/12). Turut hadir di lokasi, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. 

Ia mengatakan, nilai kearifan lokal Bugis–Makassar yakni Sulapa Eppa’ Walasuji, sebagai filosofi keseimbangan alam yang relevan dengan kebijakan kehutanan nasional. Ia menekankan bahwa ketidakseimbangan unsur alam diantaranya bumi, air, api, dan angin dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia.

"Ketidakseimbangan salah satu unsur akan membawa petaka tidak hanya bagi alam, tetapi juga bagi kehidupan manusia yang menjadi bagian esensial dari sistem itu sendiri," ujar Raja Juli, dalam keterangannya, Minggu, (14/12).

Menhut juga menyoroti kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan yang menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari fauna endemik seperti Anoa, Tarsius dan Yaki (monyet hitam Sulawesi) hingga flora khas seperti eboni. Menurutnya, perlindungan keanekaragaman hayati harus berjalan seiring dengan penguatan perhutanan sosial, pengelolaan DAS, dan perlindungan kawasan hutan secara berkelanjutan.

Menhut menyampaikan capaian Perhutanan Sosial yang secara nasional telah menjangkau 8,3 juta hektar dan melibatkan 1,4 juta kepala keluarga. Khusus Sulawesi Selatan, perhutanan sosial telah diberikan pada 423 ribu hektar melalui 805 unit SK dan berdampak langsung pada sekitar 81 ribu KK.

Menhut juga mengingatkan pentingnya perlindungan DAS sebagai bagian tak terpisahkan dari pengelolaan hutan. Sulawesi Selatan memiliki 1.058 DAS, dengan sembilan di antaranya masuk kategori rawan banjir yang tersebar di 24 kabupaten/kota dan 456 desa.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, dan dunia usaha. Ia berharap semangat Sulapa Eppa’ Walasuji terus menjadi roh dalam setiap kebijakan dan tindakan pembangunan desa yang berkelanjutan.

"Kita tidak sekadar mengelola hutan. Kita menjaga kehidupan dari air yang mengalir, tanah yang menyuburkan padi, sampai udara yang sehat di ladang dan rumah kita. Bersama-sama, kita adalah penjaga bumi dan pembawa harapan bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya