Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hartono Soekwanto Ungkap Rahasia Konsistensi Mencetak Koi Juara dari Tahun ke Tahun

Bayu Anggoro
15/12/2025 20:28
Hartono Soekwanto Ungkap Rahasia Konsistensi Mencetak Koi Juara dari Tahun ke Tahun
Ikan Koi peliharaan Hartono Soekwanto seringkali menjadi juara di sejumlah kompetisi(mi/bayu anggoro)

DALAM dunia kontes ikan koi nasional, nama Hartono Soekwanto sangat dikenal dan berprestasi. Bukan semata karena kemenangan yang spektakuler, konsistensi prestasi yang terjaga dari tahun ke tahun menjadi nilai tambah lainnya.

Pencinta ikan koi asal Bandung ini menjelaskan, konsistensinya dalam memenangkan kontes ikan koi bukan suatu kebetulan. Rentetan gelar yang diraihnya ini berasal dari kombinasi pemilihan genetika unggul, perawatan jangka panjang, kesiapan kontes, serta etika kompetisi yang dijaga dengan disiplin. 

Prinsip-prinsip inilah yang membentuk fondasi keberhasilan Hartono Soekwanto dalam mencetak koi juara secara berkelanjutan. Terbaru, keunggulannya ini kembali mengemuka pada Final Liga Jateng Koi Show Pati 2025 yang diselenggarakan pada 12–14 Desember.

Koleksi koi miliknya kembali meraih gelar juara utama di sejumlah kategori prestisius. "Langkah awal yang selalu ditekankan adalah pemilihan asal koi," kata Hartono, Senin (15/12).

Pria ini dikenal selektif dalam menentukan farm, dengan mengandalkan lini terbaik dari Sakai Fish Farm dan Omosako Koi Farm. Proses akuisisi dilakukan melalui jalur terpercaya seperti Odakan, dengan persiapan dan pendampingan teknis dari Samurai Koi Center.

Pendekatan ini memastikan setiap koi memiliki potensi dasar yang kuat sejak ukuran muda, syarat mutlak untuk konsistensi prestasi jangka panjang. 


Bukan kemenangan instan

 

Dia mengaku tidak mengejar kemenangan instan. "Koi-koi dibina secara bertahap, mengikuti ritme pertumbuhan alami." 

Hal ini terlihat dari rekam prestasi Taisho Sanshoku miliknya yang terus naik kelas mulai dari ukuran 55–60 cm hingga mencapai 68 cm, sembari meraih gelar Grand Champion, Adult Champion, dan Male Champion A di berbagai ajang nasional sepanjang 2023–2025.

Pendekatan bertahap ini menjaga kualitas berbagai faktor yang menentukan penilaian juri seperti bodi, keseimbangan pola, serta kematangan warna.

Dalam penilaian teknis, dia mengklaim memegang standar visual yang konsisten lintas varietas.

Pada Sanke, Hartono menekankan shiroji bersih, kiwa tegas, dan sumi hitam mengkilap yang matang. Pada Taisho Sanshoku, keseimbangan hi, shiroji, dan sumi menjadi prioritas utama, didukung struktur tubuh proporsional. 

"Sementara pada Shiro (Ginrin), kerapian dan pemerataan kilau ginrin, kekuatan warna, serta bodi yang 'jadi' penentu," katanya.

Standar inilah yang membuat koi-koinya berulang kali unggul, bahkan ketika menghadapi kompetisi ketat. Selain itu, konsistensi prestasi juga ditopang oleh kesiapan menjelang lomba. 

Proses handling, adaptasi kolam, hingga kondisi fisik ikan dipersiapkan secara detail bersama tim pendukung. Hasilnya tampak pada Shiro yang ukurannya terus meningkat hingga 69 cm. Ikan ini mencatatkan rentetan kemenangan Grand Champion C di berbagai ajang seperti di Kuningan, ZNA Bandung, Magetan, hingga Pati 2025.


Etika kompetisi

 

Hartono melanjutkan, salah satu faktor yang jarang dibahas namun krusial adalah etika kompetisi. Dirinya dikenal tidak selalu menurunkan koi unggulannya demi terus menghidupkan persaingan dengan peserta yang lain.

Padahal, dia memiliki Sanke legendarisnya, koi yang sejak ukuran 50 cm di Tulungagung nyaris tak terkalahkan. 

"Konsistensi prestasi tidak hanya soal menang, tetapi juga tentang menjaga ekosistem koi show nasional agar tetap sehat dan berkelanjutan," katanya.

Hasilnya, semua pendekatan tersebut berpuncak di Final Liga Jateng Koi Show Pati 2025. Di ajang ini, koi miliknya kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih Grand Champion A (Taisho Sanshoku 68 cm), Grand Champion C serta Best Kinginrin B (Kinginrin 69 cm). 

Raihan ini menegaskan bahwa konsistensi bukan sekadar narasi, melainkan hasil nyata dari sistem yang teruji. Terlebih, baginya deretan piala bukanlah tujuan akhir. 

Konsistensi prestasi yang ia bangun justru menjadi contoh praktik terbaik bagi dunia koi Indonesia. "Keberhasilan jangka panjang menuntut kesabaran, standar kualitas yang jelas, serta komitmen pada etika dan kebersamaan komunitas," tambah Hartono. 

Dengan pendekatan tersebut, dirinya tak hanya mencetak koi juara dari tahun ke tahun, tetapi juga ikut membentuk wajah kompetisi koi nasional. "Semoga bisa lebih matang, adil, dan berkelas," tegasnya. 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner