Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dekan SBM ITB Aurik Gustomo Terpilih sebagai Anggota AACSB Asia Pacific Advisory Council

Sugeng Sumariyadi
10/12/2025 14:43
Dekan SBM ITB Aurik Gustomo Terpilih sebagai Anggota AACSB Asia Pacific Advisory Council
Dekan SBM ITB Aurik Gustomo bersama para mahasiswa baru.(DOK/SBM ITB)

SEKOLAH Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) terus mencatatkan rekognisi internasional. Yang terbaru, Dekan SBM ITB Aurik Gustomo terpilih sebagai anggota AACSB Asia Pacific Advisory Council (APAC). 

Pleno pertama dilaksanakan pada AACSB Asia Pacific Annual Conference (ELEVATE) yang berlangsung di Hong Kong pada 17–19 November 2025. Penunjukan ini menempatkan SBM ITB sebagai institusi dari Indonesia yang dipercaya bergabung dengan dewan penasehat strategis AACSB bersama para pemimpin sekolah bisnis terkemuka di kawasan Asia Pasifik.

APAC berperan memberikan rekomendasi kepada AACSB Board of Directors terkait arah pengembangan pendidikan bisnis, prioritas regional, serta penguatan misi AACSB di Asia Pasifik. 

“Dengan adanya keterlibatan ini, SBM ITB dipercaya untuk memberikan perspektif strategis kepada AACSB mengenai isu-isu pendidikan bisnis di kawasan. Termasuk bagaimana sekolah bisnis dapat semakin relevan dan berdampak,” ungkap Aurik Gustomo. 

Menanggapi penunjukan ini, dia menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan pengakuan penting bagi SBM ITB, terutama setelah meraih akreditasi AACSB pada 2021. Ini menandai kesetaraan mutu pembelajaran SBM ITB dengan sekolah bisnis bereputasi global. 


Kredibilitas internasional

 

Keterlibatan SBM ITB di APAC semakin memperkuat posisi sekolah bisnis ini sebagai institusi yang memiliki kredibilitas internasional dan kapasitas untuk ikut berperan dalam menentukan arah pendidikan bisnis di kawasan. 

Aurik berdampingan dengan pimpinan sekolah bisnis lainnya dari 10 institusi anggota AACSB. Di antaranya International Management Institute Delhi, Inha University, Chiang Mai University Business School, Nikkei Business Lab Asia, University of Otago, Great Learning, Tongji University, Ateneo de Manila University, National Taiwan University, dan Universiti Malaya. 

Sebagai anggota APAC, SBM ITB melalui perwakilannya berperan dalam memberikan masukan strategis mengenai tantangan dan kebutuhan pendidikan bisnis di Asia Pasifik. Beberapa isu penting yang kini menjadi perhatian AACSB termasuk transformasi pendidikan berbasis interdisiplin, peningkatan kualitas dan dampak riset, serta tuntutan global terhadap integrasi antara pengajaran, penelitian, dan kontribusi masyarakat (societal impact). 

Dengan pengalaman dan fokus SBM ITB dalam pengembangan program interdisiplin seperti kolaborasi dengan fakultas lain seperti Sekolah Farmasi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, SBM ITB diharapkan dapat berkontribusi pada penyusunan arah kebijakan regional AACSB yang lebih responsif terhadap dinamika kawasan.

APAC juga menjadi ruang strategis bagi SBM ITB untuk memperkuat peran Asia Tenggara dalam lanskap pendidikan bisnis global. Melalui forum ini, SBM ITB dapat menyampaikan kebutuhan negara berkembang, terutama terkait capacity building, kesenjangan riset, serta pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual. 

Selain itu, keterlibatan SBM ITB di APAC menjadi peluang bagi sekolah bisnis ini untuk berkontribusi meningkatkan kualitas akademik berbasis bisnis dan manajemen di Indonesia. Termasuk melalui dorongan peningkatan standar riset, mutu pengajaran, dan penguatan integrasi Tridharma di fakultas ekonomi dan bisnis nasional.

Keterpilihan SBM ITB dalam APAC juga merefleksikan pengakuan global terhadap konsistensi institusi ini dalam menghasilkan riset berkualitas. 


Publikasi Scopus Q1


Menurut Aurik, hingga November 2025, SBM ITB telah menghasilkan 53 publikasi Scopus Q1 (dan 32 publikasi Scopus Q2) dari total 86 dosen. Capaian itu menjadi salah satu yang tertinggi di antara sekolah bisnis di Indonesia. 

“Ini menunjukkan bahwa kapabilitas riset dosen-dosen SBM sudah setara dengan sekolah bisnis terkemuka lainnya. Hal inilah yang memperkuat kepercayaan AACSB kepada SBM ITB,” tandasnya. 

Dengan hadirnya SBM ITB di Asia Pacific Advisory Council, Indonesia kini memiliki representasi langsung dalam salah satu forum strategis terpenting AACSB. Posisi ini memperluas kesempatan bagi SBM ITB untuk berkontribusi pada pengembangan pendidikan bisnis global, memperkuat kolaborasi lintas negara, dan memastikan bahwa perspektif kawasan Asia Tenggara terwakili dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional. 

Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi SBM ITB dalam memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan bisnis berkelas dunia.

AACSB sendiri merupakan lembaga akreditasi sekolah bisnis paling prestisius di dunia, dengan standar penilaian yang ketat dan berfokus pada kualitas akademik, tata kelola, serta dampak institusi terhadap masyarakat. 

Hanya sekitar 6% sekolah bisnis terbaik secara global yang berhasil meraih akreditasi AACSB, sehingga status ini menjadi simbol keunggulan dan kredibilitas internasional. 

Sejak meraih akreditasi AACSB pada 2021, SBM ITB telah diakui setara dengan sekolah bisnis dunia, dengan lulusan yang kualitasnya terjamin dan memiliki pengakuan yang setara dengan lulusan institusi global lainnya. 

Keterlibatan SBM ITB dalam Asia Pacific Advisory Council semakin memperkuat posisi tersebut, sekaligus menegaskan kontribusi Indonesia dalam pengembangan pendidikan bisnis pada tingkat internasional

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner