Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemkab Sumedang Keringkan Bendungan Cihamerang, Bupati Pastikan Warga Tetap Aman

Sugeng Sumariyadi
08/12/2025 19:39
Pemkab Sumedang Keringkan Bendungan Cihamerang, Bupati Pastikan Warga Tetap Aman
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di lokasi Bendung Cihamerang.(DOK/PEMKAB SUMEDANG)

PEMERINTAH Kabupaten Sumedang menggelar langkah penanganan terhadap kondisi Bendung Cihamerang. Saat ini terdapat genangan seluas 8 hektare dengan ketinggian air mencapai 30 meter di lokasi tersebut.

Bendungan tersebut terbentuk bukan secara alami, melainkan akibat tumpukan tanah disposal saat pembangunan jalan tol Cisumdawu. Saluran air yang semula dibuat oleh perusahaan tertimbun dan amblas, sehingga aliran air terhenti dan membentuk bendungan.

Dalam rapat koordinasi penanganan Bendung Cihamerang, Senin (8/12),
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menegaskan, berbagai upaya terus dilakukan agar risiko bencana dapat diminimalkan. Terlebih cuaca hujan yang masih intens dan potensi dampak siklon tropis di wilayah Sumatra.

Genangan di Bendungan Cihamerang, ungkap dia, bukan fenomena baru. Sejumlah langkah sudah ditempuh sejak awal, mulai dari penyodetan spillway agar air permukaan bisa mengalir dan tidak terus meninggi.

“Untuk si Cihamerang ini sudah lama. Penyodetan spillway sudah dilakukan agar air mengalir dan tidak terus meninggi. Warga yang terdampak pun sudah beberapa kali mendapatkan bantuan, baik berupa uang maupun sembako,” ujarnya.


Tekan risiko

 

Dony menjelaskan secara prinsip penanganan bendung ini kewajiban perusahaan. Namun karena perusahaan sudah tidak memiliki kemampuan penanganan, maka ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Yang penting sekarang bagaimana risiko bisa ditekan,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi terbaru bersama BBWS Citarum, BBWS Cimancis, PSDAP Provinsi, pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi teknis terkait, diputuskan bahwa fokus saat ini adalah proses pengeringan secara terukur.

Selain itu, pemantauan terhadap spillway akan dilakukan secara intensif untuk memastikan aliran air tidak terganggu longsoran kecil yang dapat menghambat pengurangan volume air.

“Mulai hari Sabtu, fokusnya pengeringan sambil memperkuat bagian dinding bendungan. Ini penting agar tekanan air tidak menimbulkan risiko jebol. Sekarang pembagian tugas sudah jelas antarinstansi,” tegasnya.

Dikatakannya, selain melakukan tindakan fisik, pemerintah juga melibatkan ahli geologi, ahli tanah, dan ahli hidrologi. Penelitian dilakukan untuk memastikan kondisi struktur tanah, terutama karena lokasi bendungan berada sekitar 400 meter dari jalur Tol Cisumdawu.

“Sekarang dilakukan simultan: pengeringan, penataan, pembahasan teknis, dan penelitian tanah. Kita ingin solusi jangka panjang agar persoalan ini tidak berulang,” ujar Bupati.

Menutup penjelasan, Bupati meminta masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada.

“Kepada warga, tidak usah khawatir. Pemerintah bergerak untuk melindungi masyarakat. Langkah-langkah penanganan dilakukan terukur untuk mengurangi risiko bencana. Kita ingin ini tuntas,” pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner