Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemprov Jabar dan KAI Dukung Hadirkan KA Wisata Jakarta-Cianjur dan KA Kilat Pajajaran

Naviandri
28/11/2025 12:43
Pemprov Jabar dan KAI Dukung Hadirkan KA Wisata Jakarta-Cianjur dan KA Kilat Pajajaran
Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan PT KAI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perkeretaapian di Jabar, Selasa (25/11).

Penandatanganan dilakukan antara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana sebagai tindak lanjut atas kesepakatan bersama sebelumnya, khususnya terkait penguatan layanan, pengembangan infrastruktur, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis perkeretaapian di Jabar.

Dalam PKS tersebut, Pemprov Jabar dan PT KAI sepakat memperkuat identitas layanan kereta api melalui penamaan dan pengembangan Kereta Api Wisata Jaka Lalana serta Kereta Api Kilat Pajajaran.

“Pemprov Jabar bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jabar, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jabar,” ungkap gubernur kemarin.

Dedi menyampaikan bahwa PKS ini memberi ruang besar untuk percepatan berbagai program strategis transportasi rel di Jabar. Termasuk rencana pengembangan kereta pariwisata Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur yang akan diberi nama Jaka Lalana sebagai bagian dari penguatan pariwisata berbasis jalur rel.

Selain itu, pemprov bersama PT KAI akan memperkuat layanan angkutan hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Jabar menuju Jakarta, Cirebon dan Banjar melalui pengembangan lokomotif dan gerbong khusus dengan nama Kereta Api Tani Mukti.

“Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar. Pemprov juga memberikan dukungan terhadap pengembangan kereta listrik Padalarang–Cicalengka, sebagai bagian untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas,” tandasnya.

Ia juga memberikan dukungan pengembangan rute Nambo–Citayam untuk peningkatan headway Stasiun Nambo, menjadi bagian kajian strategis yang disepakati untuk memperkuat jaringan rel di wilayah utara Jabar. Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga memaparkan rencana kereta cepat rute Pajajaran yang akan menghubungkan Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam, bahkan dapat dipersingkat hingga satu jam.

“Pengembangan kereta listrik dari Padalarang ke Cicalengka. Lalu, pembangunan jalur Nambo-Citayam. Kelima, kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir–Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Kemudian dari Kota Bandung menuju Garut, Tasikmalaya hingga Banjar dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam,” paparnya.

Gubernur menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan perkeretaapian di Jabar memerlukan dukungan pembiayaan yang kuat. Ia berharap sinergi antara pemprov, PT KAI dan para mitra lainnya dapat terjalin dengan baik agar berbagai program strategis tersebut dapat segera diwujudkan.

Pemprov dan PT KAI juga akan memperluas jaringan transportasi publik di Bandung serta mendorong integrasi layanan hingga Karawang. Dengan ada kerja sama ini diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar. (AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner