Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DBD di Bandung Barat Tembus 1.500 Kasus, Tiga Orang Meninggal

Depi Gunawan
24/11/2025 19:48
DBD di Bandung Barat Tembus 1.500 Kasus, Tiga Orang Meninggal
Petugas melakukan fogging untuk mencegah DBD.(MI/KRISTIADI)

DINAS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat melaporkan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat hingga jelang penghujung tahun ini.

Sejak Januari hingga November 2025, sebanyak 1.501 warga terinfeksi DBD dengan tiga kasus meninggal dunia. Angka ini menghasilkan case fatality rate (CFR) 0,2%, sedangkan insidens rate (IR) mencapai 88 per 100.000 penduduk.

“Polanya hampir sama, bahwa penyebaran DBD masih cukup masif sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan harus ditingkatkan," kata Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Bandung Barat, Nurul Rasihan, Senin (24/11).

Kasus DBD tercatat fluktuatif sepanjang tahun. Pada Januari, terdapat 189 kasus, disusul 152 kasus pada Februari dan 143 kasus pada Maret.

Jumlah kasus berangsur menurun pada April dengan 130 kasus, namun kembali naik pada Mei menjadi 145 kasus. Pada Juni, tercatat 123 kasus dengan satu kematian.

Kasus kembali meningkat pada Juli menjadi 169 kasus dan kembali naik pada Agustus menjadi 172 kasus dengan dua kematian tambahan. Memasuki September, jumlah kasus berada di angka 149, dan pada Oktober tercatat 129 kasus.

Nurul mengungkapkan, bahwa puncak peningkatan kasus DBD terjadi pada awal dan pertengahan musim hujan.

"Saat curah hujan mulai tinggi, populasi nyamuk Aedes aegypti cenderung meningkat. Ini sebabnya kasus DBD melonjak pada bulan-bulan tertentu," ungkapnya.

Untuk sebaran wilayah, tiga kecamatan tercatat memiliki jumlah kasus tertinggi. Kecamatan Cililin menempati posisi pertama dengan 235 kasus, disusul Cihampelas dengan 162 kasus, dan Sindangkerta dengan 132 kasus.

Dari sisi jenis kelamin, penderita laki-laki mendominasi dengan 798 kasus, sementara perempuan tercatat sebanyak 703 kasus.

Sementara dari golongan umur, kelompok usia produktif 15–44 tahun paling banyak terdampak dengan 625 kasus. Sementara kelompok usia 5–14 tahun menyusul dengan 358 kasus.

Adapun kelompok usia 1–4 tahun mencatat 174 kasus, usia di atas 44 tahun sebanyak 272 kasus, dan bayi di bawah satu tahun sebanyak 17 kasus. Merujuk data ini, risiko terjangkitnya DBD merata pada semua kelompok umur.


Cepat periksa


“Kami mengimbau masyarakat rutin melakukan 3M Plus. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mengubur barang bekas, serta menambahkan langkah-langkah pencegahan lain seperti penggunaan lotion anti-nyamuk," ucapnya.

Ia mengingatkan, masyarakat harus segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan tanda-tanda perdarahan.

Peningkatan kasus DBD masih mungkin terjadi hingga puncak musim hujan pada akhir tahun. Karena itu, kewaspadaan dini dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan.

"Kami berharap masyarakat tidak menunggu ada kasus di lingkungannya. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak sekarang," jelasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner