Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Pembayaran Besar ke PDAM Jadi Sorotan Publik di Tengah Polemik soal Sumber Air

Putri Anisa Yuliani
23/11/2025 14:22
Pembayaran Besar ke PDAM Jadi Sorotan Publik di Tengah Polemik soal Sumber Air
Ilustrasi(Dok Istimewa )

TERUNGKAP produsen air minum dalam kemasan, Aqua, membayar sekitar Rp600 juta setiap bulan kepada PDAM Subang. Informasi ini memunculkan pertanyaan publik. Seharusnya Aqua tidak perlu membayar kepada perusahaan air minum jika air yang dijual diklaim berasal dari pegunungan.

Isu tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR. Selama ini, produsen air kemasan itu membangun citra sebagai penyedia air murni dari sumber alami. Namun, aliran dana ke PDAM memunculkan keraguan baru dan membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai konsistensi klaim tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kesepakatan pembayaran sudah ada sejak 1994. Pada masa awal kerja sama, kedua pihak memang memanfaatkan sumber air yang berada di lokasi sama. Kini, meski pengambilan air dilakukan di titik berbeda, pembayaran tetap berjalan, dan hal ini menambah kebingungan publik.

Para pengamat menilai situasi ini menimbulkan ambiguitas komunikasi. Dosen Ilmu Komunikasi Algooth Putranto mengatakan pola komunikasi seperti ini tidak menunjukkan konsistensi.

“Ini bukan lagi soal benar atau salah secara hukum, tapi soal kejelasan komunikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/11).

Ketika suatu merek tidak memberikan transparansi yang memadai, wajar jika muncul keraguan terhadap klaim yang selama ini disampaikan.

Pengamat strategi komunikasi, Safaruddin Husada, juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan informasi.

Ia menilai bahwa telling the truth with clarity adalah prinsip yang harus dipegang. Pembayaran ke PDAM tanpa penjelasan terbuka, menurutnya, menciptakan persepsi yang membingungkan.

Baik Safaruddin maupun Algooth mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi yang lebih jelas dan transparan kepada publik.

Sebelumnya, menurut Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, pembayaran tersebut dilakukan karena sumber air yang diambil Aqua berdekatan dengan sumber air PDAM.

Di samping itu, Aqua juga menjalankan kewajiban perusahaan yakni dengan membayar retribusi atau pajak air ke pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sumber air kami, kebetulan lokasinya itu berdekatan dengan sumber airnya PDAM di Subang. Sehingga, berdasarkan kesepakatan dari saat pabrik Subang berdiri, itu disepakati bahwa kami membayar kontribusi supaya PDAM juga bisa merawat, menjaga sumber airnya PDAM untuk lingkungan sekitar," ujar Vera dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (10/11). (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner