Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jabar Petakan Strategi Ekonomi 8% untuk Indonesia Emas 2045

Sugeng Sumariyadi
20/11/2025 11:00
Jabar Petakan Strategi Ekonomi 8% untuk Indonesia Emas 2045
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para pemangku kepentingan menyatu dalam Economics 360° Roundtable Discussions dengan tema “Jabar untuk 8 Persen Ekonomi – Menuju Indonesia Emas 2045”.(ISTIMEWA)

JAWA Barat memiliki potensi besar dalam berbagai bidang. Salah satunya, dalam program Indonesia Emas 2045 menempatkan provinsi ini  sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan nasional.

Dengan PDRB sekitar Rp2.823 triliun dan ditargetkan meningkat nilainya menjadi Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan, kebutuhan akselerasi kebijakan dan investasi di Jawa Barat menjadi semakin nyata.

Kerangka itulah yang melandasi penyelenggaraan Economics 360° Roundtable Discussions dengan tema “Jabar untuk 8 Persen Ekonomi – Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ini merupakan forum dialog strategis lintas pemimpin publik dan swasta yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/11). Sebagai tuan rumah regional, Jawa Barat menegaskan arah barunya melalui pertemuan ini.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa ekonomi daerah membutuhkan integrasi kebijakan yang lebih solid untuk menggerakkan percepatan.

“Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai target peningkatan PDRB secara berkelanjutan,” ungkapnya.


Pendekatan berbasis data

 

Data menjadi tulang punggung bahasan forum. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar, menuturkan pentingnya pendekatan berbasis data dalam menyusun arah pembangunan Jawa Barat.

“Data yang akurat diperlukan untuk memetakan sumber pertumbuhan dan merumuskan strategi pencapaian PDRB Rp4.000 triliun,” ujarnya.

Selain itu, peran lembaga riset ekonomi juga mendapat perhatian. Ketua Dewan Pembina BA Center, Burhanuddin Abdullah, menggarisbawahi perlunya reformasi tata kelola ekonomi daerah untuk mendorong produktivitas jangka panjang.

“Kebijakan fiskal daerah yang efisien dan berbasis evidensi menjadi fondasi dalam mendukung pertumbuhan menuju 8 persen,” katanya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menyampaikan bahwa mandat nasional menempatkan ekonomi kreatif dan digital sebagai penggerak penting dalam perekonomian daerah.

“Penguatan sektor kreatif dan digital menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas kontribusi ekonomi baru berbasis inovasi,” terangnya.

Dari sisi akuntabilitas, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, menyebutkan bahwa efektivitas belanja publik dan tata kelola menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi daerah.

“Akuntabilitas dan efektivitas belanja daerah merupakan pilar penting dalam mendukung agenda pertumbuhan Jawa Barat,” tambahnya.


Koperasi modern


Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM juga berperan dalam memperkuat struktur ekonomi rakyat. Staf Ahli Menteri Koperasi, Rully Nuryanto, yang hadir mewakili Menteri Koperasi RI, menyampaikan bahwa revitalisasi koperasi modern akan menjadi tulang punggung partisipasi ekonomi warga.

“Penguatan koperasi modern diharapkan mampu meningkatkan pembiayaan produktif dan memperkuat keterlibatan pelaku usaha rakyat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Founder The Economics 360 & Runway Project Indonesia, Poppy Zeidra, menambahkan bahwa forum ini hadir sebagai ruang dialog luas yang merangkai gagasan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Economics 360 menjadi wadah untuk merumuskan langkah percepatan ekonomi Jawa Barat secara terukur dan berbasis data,” ujarnya.

Melalui sinergi antara OJK, BI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, HIPMI, dan dunia usaha, forum ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi terintegrasi yang mampu mempercepat arus investasi dan memperkuat sektor UMKM menuju target pertumbuhan 8% dan visi Indonesia Emas 2045.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner