Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Universitas Trisaksi Gelar Pelatihan Bioengineering dan UMKM di Desa Ginanjar Sukabumi

Sugeng Sumariyadi
18/11/2025 19:07
Universitas Trisaksi Gelar Pelatihan Bioengineering dan UMKM di Desa Ginanjar Sukabumi
Seorang warga mengikuti praktik pelatihan yang dilakukan sejumlah dosen Universitas Trisaksi di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.(ISTIMEWA)

SEJUMLAH dosen Universitas Trisakti melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mereka mengusung dua tema, di antaranya Pemberdayaan Kader PKK Desa Ginanjar: Mitigasi Longsor dengan Pelatihan Bioengineering Berbasis Vetiver. Pelatihan lainnya ialah Desa Mandiri Ginanjar: Pelatihan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Laporan Laba Rugi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti ini menyasar kader PKK di Desa Ginanjar. Peserta terdiri dari kelompok tani dan masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seperti usaha opak atu kecimpring.

Ketua Tim PkM Mustamina Maulani, Dosen Teknologi Kebumian mengatakan kegiatan PkM mitigasi longsor dengan pelatihan bioengineering berbasis vetiver ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yaitu SDGs-4 (Pendidikan Desa Berkualitas), SDGs-11 (Kawasan Permukiman Desa yang Aman dan Nyaman), dan SDGs-15 (Ekosistem Daratan).

Salah satu kampung di Desa Ginanjar yakni Kampung Awilega, lanjutnya,  memiliki risiko longsor tinggi akibat topografi curam dan curah hujan yang intens.

"Dari pelatihan ini, kader dibekali pengetahuan stabilisasi lereng, konservasi tanah, teknik menanam vetiver, hingga pemeliharaan lahan kritis. Pemberdayaan kader PKK lewat pelatihan bioengineering berbasis tanaman vetiver sebagai solusi mitigasi bencana longsor," jelasnya.

Dia menjelaskan Vetiver (Vetiveria zizanioides) dipilih karena akarnya dapat tumbuh 3–5 meter secara vertikal sehingga mampu mengikat tanah, mengurangi erosi dan memperkuat struktur lereng. Teknologi ini juga ramah lingkungan dan dapat diterapkan masyarakat secara mandiri.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dosen lintas disiplin yakni Endah Kurniyaningrum (dosen Teknik Sipil dan Perencanaan) dan Daisman Purnomo Bayyu (dosen Teknologi Industri).

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dalam penyuluhan, persiapan materi, serta pendampingan lapangan. Mereka ialah Dini Nadhilah Siregar (Planologi) dan Alberth Samuel Putra Gurning (Teknik Mesin).

Sementara pelatihan HPP dan laporan laba rugi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dilakukan oleh Ersan Yudhapratama M (dosen Arsitektur Lanskap), Erni Erfan (dosen Kedokteran Gigi), Marieta Ariani (dosen Ekonomi dan Bisnis), serta dibantu dua mahasiswa yaitu Andrian Dance ALR dan Fairel Selain Ranmalae dari Fakultas Arsitektur Lanskap.


Potensi ekonomi lokal besar

 

Ketua Tim Ersan Yudhapratama M menjelaskan, Desa Ginanjar memiliki potensi ekonomi lokal cukup besar melalui berbagai usaha mikro dan produk rumahan. Sayangnya, pengelolaannya masih menghadapi kendala akibat terbatasnya kemampuan pelaku usaha dan kader desa dalam menghitung HPP serta menyusun laporan laba rugi secara tepat.

Kondisi ini menyebabkan penentuan harga jual sering tidak akurat, keuntungan tidak stabil, dan sulitnya evaluasi kinerja usaha.

"Untuk mendukung visi Desa Ginanjar sebagai desa mandiri dan berdaya saing, pelatihan HPP dan laporan laba rugi jadi penting guna meningkatkan literasi keuangan, memperkuat manajemen usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang efisien, transparan, dan berkelanjutan," tandas Ersan.

Sementara itu, Kepala Desa Ginanjar Iwan Ridwan mengapresiasi kontribusi Universitas Trisakti atas program tersebut. Pasalnya, kelompok tani mendapatkan pengetahuan bioengineering dalam mitigasi longsor serta pelatihan HPP dan laporan laba rugi untuk kelompok yang memiliki bisnis UMKM.

"Kami berharap Desa Ginanjar jadi model percontohan penanganan kawasan rawan longsor berbasis teknologi tepat guna dan jadi desa mandiri dari aspek perekonomian," tambah Iwan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner