Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Muhammadiyah Ingin Sasar Pendidikan Kelas Atas

Bayu Anggoro
18/11/2025 16:26
Muhammadiyah Ingin Sasar Pendidikan Kelas Atas
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Milad ke-113 Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung(MI/BAYU ANGGORO)

PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan peringatan hari jadi ke-113, di kampus Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Selasa (18/11).

Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti mantan Wakil presiden Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga sejumlah menteri anggota kabinet.

Seremoni milad ke-113 salah satu organisasi Islam terbesar ini dipadati ribuan anggota yang berasal dari sejumlah daerah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan terima kasih atas kehadiran sejumlah tokoh nasional.

"Kami sungguh bangga dan terharu atas apresiasi para tokoh bangsa. Bukti kehadiran Muhammadiyah ini memang untuk negara dan bangsa, kemanfaatan dan kemaslahatannya dirasakan oleh bangsa dan negara," ungkapnya.

Pada hari jadi ke-113 ini, Muhammadiyah mengangkat tema 'Memajukan Kesejahteraan Bangsa' yang menjadi tujuan dan cita-cita organisasi tersebut.

Melalui tema tersebut, Haedar memastikan pihaknya ingin berkontribusi terhadap pembangunan negara.

"Keberadaan Muhammadiyah ini merupakan ikhtiar kami untuk membangun kesejahteraan bangsa, sebagai upaya untuk memajukan kesejahteraan umum," katanya.

Dia menyebut memajukan kesejahteraan ini harus menjadi salah satu dasar dalam bernegara.

"Tapi jangan hanya retorika. Karena retorika itu sangat mudah, tetapi dalam dunia nyata harus kita goreskan sendiri. Sebagaimana kata pepatah, bahwa perbuatan nyata itu jauh lebih valid ketimbang kata-kata," tambah dia.


Pendidikan, Kesehatan dan Pangan


Untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan itu, Haedar menegaskan Muhammadiyah sudah melakukan sejumlah cara dalam berbagai bidang terutama pendidikan, kesehatan, termasuk pemenuhan pangan.

"Muhammadiyah dengan etos yang diwariskan para pendiri kami, telah berbuat banyak untuk umat dan bangsa. Etos kami sedikit bicara banyak bekerja, kami tidak terlatih untuk banyak berkata-kata," katanya.

Meski begitu, dia mengakui selama ini Muhammadiyah masih bergerak di tataran kelas menengah bawah, salah satunya terkait pendidikan. Selama ini keberadaan sekolah dan pendidikan tinggi Muhammadiyah masih menyasar masyarakat menengah ke bawah.

Padahal, lanjutnya, untuk mengoptimalkan kemajuan suatu negara diperlukan pendidikan yang sangat baik dan berkelas. Maka dari itu, tidak salah jika pihaknya berkeinginan menciptakan sekolah dan perguruan tinggi yang mewah, sehingga memiliki fasilitas dan kualitas terbaik.

"Kita harus mencari segmen kelas atas. Bukan untuk berkemewahan, tapi pendidikan kita harus unggul, harus maju. Dulu kita memang kita fokus memenuhi kebutuhan masyarakat menengah bawah. Sekarang tidak ada salahnya kita bikin lembaga kita lebih unggul dan terbaik. Muhammadiyah jangan takut untuk disebut borjuis," katanya.

Haedar optimistis pihaknya mampu menaikkan kelas tersebut karena telah diuji oleh waktu dan pengalaman. Namun, Muhammadiyah  tidak akan mengenyampingkan kebutuhan umat meski akan menyasar kelas atas.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan merasa bangga karena menjadi kader Muhammadiyah. "Muhammadiyah didirikan untuk mendorong kemajuan bangsa."

Dia menegaskan bahwa untuk memajukan negara diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Hal itu sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner