Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

PM BEM Berdampak STIKes Respati Dorong Produksi dan Distribusi Pangan lokal di Lokus Stunting

Kristiadi
12/11/2025 11:22
PM BEM Berdampak STIKes Respati Dorong Produksi dan Distribusi Pangan lokal di Lokus Stunting
STIKes Respati Tasikmalaya menerima hibah tim pengabdian masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM), Direktorat penelitian dan pengabdian masyarakat melalui Kemdiktisaintek dalam program memproduksi pangan lokal berbahan dasar ikan lele dan daun kelor.(Dok Stikes Respati)

STIKes Respati Tasikmalaya menerima hibah tim pengabdian masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM), Direktorat penelitian dan pengabdian masyarakat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI 2025.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengusung tema 'Pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan produksi dan distribusi bantuan pangan menggunakan sistem informasi geografis (SiG) lokus stunting di Pemerintahan Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Pemberdayaan masyarakat terbagi dalam dua kelompok mitra, pertama kelompok wanita tani (KWT) berfokus pada pendampingan produksi pangan lokal bernilai gizi hingga dapat dijadikan sebagai lumbung gizi desa dalam penyediaan bantuan sosial khusus bagi keluarga risiko stunting.

Kelompok mitra kedua berfokus pada pendampingan tim pendamping keluarga dan kader dalam pengolahan MPASI atau PMT bagi keluarga risiko stunting bernilai gizi, dikonsumsi, tepat sasaran penerima dan berdampak bagi pemulihan status gizi sehingga dapat berkontribusi dalam upaya penurunan stunting di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Pelaksana Sinta Fitriani mengatakan, budi daya daun kelor dan ternak ikan lele menjadi program unggulan dalam kegiatan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memproduksi pangan lokal lebih baik dan mereka ke depan, setelah mendapat pendampingan akan lebih mandiri hingga semakin maju.

"Komunitas juga telah menginisiasi 'Kahiji, Kampung hijau bergizi' dengan harapan ke depan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat melakukan pendampingan keluarga khusus keluarga risiko stunting dan memproduksi bahan pangan lokal yang bersumber dari pekarangan rumah," katanya, Rabu (12/11).

Ia mengatakan, produk unggulan yang dihasilkan tim pengabdian masyarakat tahun 2025 berdampak terdiri dari dosen STIKes Respati, Sinta Fitriani, Annisa Rahmidini, Tupriliany Danefi, dan seluruh pengurus BEM serta pendamping keluarga makanan pendamping asi (MP ASI) atau pemberian makanan tambahan (PMT). Namun, memproduksi bahan pangan lokal yang dilakukan berbahan dasar ikan lele dan daun kelor.

"Kegiatan bernilai gizi yang dihasilkannya antara lain berupa bubur kuah lele, roti tawar kelor, Muffin kelor, bakmie kelor toping lele dan lainnya. Tim pelaksana kegiatan, dituntut dapat memproduksi PMT lokal nilai gizi serta dapat mentransfer keilmuannya dalam pengelolaan MP ASI kaya gizi dalam kegiatan posyandu melalui demonstrasi pembuatan MPASI berbahan pangan lokal," ujarnya. 

Menurutnya, tim pelaksana kegiatan dapat memetakan keluarga risiko stunting yang belum mendapat bantuan sosial pangan di SIG yang telah disediakan sehingga dapat dijadikan sumber rujukan Pemerintah Desa Cikunir. Namun, dalam menetapkan dan mengevaluasi penerima bantuan sosial pangan harus bersumber dari Dana Alokasi Desa setempat.

"Besar harapan kami, kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai konsep pemberdayaan. Karena, adanya partisipasi masyarakat lebih berdaya dan mandiri serta kegiatannya keberlanjutan hingga langkah kecil dapat menginspirasi lokus stunting lain sehingga berkontribusi secara langsung pada upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya. (AD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner