Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Nusa Nipa (Unipa) melalui Program Kosabangsa 2025 menegaskan komitmennya dalam penanganan stunting berbasis pangan lokal dan inovasi teknologi desa.
Program ini terlaksana di Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan menjadi bentuk nyata kolaborasi antara Unipa dan Universitas Nusa Cendana (Undana), dengan dukungan Pemerintah Desa Kuatae serta Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.
Kegiatan resmi dibuka pada 22 Oktober 2025, dihadiri oleh Camat Kota Soe, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Kepala Desa Kuatae, pemuka agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta kader posyandu Desa Kuatae.
Pembukaan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian Rumah Produksi Desa Kuatae dan serah terima peralatan produksi, termasuk mesin press tahu elektrik hasil kerja sama Unipa dan Undana.
Dalam sambutannya, Rektor Unipa Jonas menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat.
“Program Kosabangsa ini adalah wujud nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat. Kolaborasi antara Universitas Nusa Nipa dan Universitas Nusa Cendana menjadi simbol sinergi dua Nusa yang bersatu untuk mengatasi stunting di Timor Tengah Selatan. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti kedelai dan pisang, kita tidak hanya menghadirkan solusi gizi, tetapi juga peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Kuatae,” ujar Rektor dalam sambutannya di acara pembukaan.
Kegiatan Kosabangsa di Desa Kuatae berlangsung selama tiga hari. Hari Pertama diawali dengan pembukaan kegiatan, peresmian Rumah Produksi, serta serah terima mesin dan peralatan produksi kepada kelompok tani dan kader posyandu.
Hari Kedua difokuskan pada pelatihan teknologi pangan dan strategi pemasaran, dengan praktik langsung pengolahan lima produk unggulan desa: tahu, susu kedelai, banana soy bar, sereal bansoy, dan tepung pisang.
Peserta juga dilatih dalam manajemen usaha dan pemasaran digital agar produk lokal memiliki nilai jual kompetitif. Hari Ketiga diisi dengan pelatihan gizi, pencegahan stunting, dan pola asuh anak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, disertai kegiatan edukasi lapangan langsung ke rumah balita.
Pendekatan langsung ini menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan data dari Puskesmas Kota Soe, terdapat 26 anak balita stunting dan gizi kurang yang menjadi penerima manfaat langsung dari program ini. Setelah dilakukan intervensi pangan lokal berbasis kedelai dan pisang, tercatat kenaikan berat badan rata-rata sebesar 0,8 hingga 1 kilogram pada anak-anak tersebut.
Data ini menjadi bukti bahwa intervensi gizi dengan sumber daya lokal dapat efektif memperbaiki status gizi sekaligus menekan angka stunting di tingkat desa.
Selain intervensi kesehatan, kegiatan ini juga berdampak ekonomi. Produk olahan hasil pelatihan telah dilakukan uji coba pasar dan mulai dijual di pasar tradisional Desa Kuatae.
Pemerintah desa juga mendorong penanaman kedelai di lahan desa sebagai upaya menjaga pasokan bahan baku sekaligus memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir.
Koordinator Tim Kosabangsa Unipa, Yustina Yantiana Guru, menjelaskan bahwa pendekatan program menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas utama, sementara pemberdayaan ekonomi menjadi penguat berkelanjutan.
“Kami membangun model intervensi gizi yang terintegrasi dengan ekonomi keluarga. Dengan rumah produksi, dukungan mesin press tahu, dan pelatihan pemasaran digital, Desa Kuatae kini memiliki ekosistem pangan sehat yang mandiri dan produktif,” ujarnya.
Kepala Desa Kuatae Parco P. Salem,S.Pd turut menegaskan bahwa kehadiran program ini menjadi titik awal transformasi desa.
“Kosabangsa telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap pangan lokal. Kini kedelai dan pisang bukan sekadar bahan pangan, tetapi sumber kesejahteraan dan harapan baru,” ujarnya.
Melalui sinergi Unipa, Undana, Pemerintah Desa Kuatae, dan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, program Kosabangsa 2025 menjadi contoh nyata kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan holistik ini menunjukkan bahwa penanganan stunting dan penguatan ekonomi desa dapat berjalan beriringan, menjadikan Desa Kuatae sebagai model inspiratif pembangunan gizi dan kemandirian pangan di Nusa Tenggara Timur. (Z-1)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved