Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTIK curang produksi dan peredaran beras yang tidak sesuai standar mutu sesuai label kemasan, juga terjadi di Jawa Barat. Satuan Tugas Pangan Polda Jawa Barat berhasil mengungkapnya.
"Kami menangkap 6 pelaku dari 4 perkara hukum terkait pelanggaran mutu beras ini," ungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochamawan, dalam konferensi Pers, Rabu (6/8).
Operasi, lanjutnya, dilakukan tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, bersama Polresta Bandung dan Polres Bogor.
Konferensi Pers pengungkapan kecurangan produksi dan peredaran beras itu juga dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Wirdhanto Hadicaksono, Kepala Laboratorium Universitas Padjadjaran, Ahli Perlindungan Konsumen (PK), Kepala UPTD Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kepala BULOG Jawa Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Kasat Reskrim Polresta Bandung, dan Kasat Reskrim Polres Bogor.
Lebih jauh, Kabid Humas menambahkan pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif Satgas Pangan yang menyisir 11 titik lokasi di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dari operasi tersebut, ditemukan 4 produsen dan 12 merek beras yang melakukan pelanggaran.
Pelanggaran yang dilakukan antara lain menjual beras kualitas medium dalam kemasan premium, melakukan repacking (pengemasan ulang), hingga mencantumkan label tidak sesuai dengan isi sebenarnya.
Salah satu kasus dilakukan CV Sri Unggul Keandra, Majalengka. Pemilik usaha, tersangka AP, memproduksi beras merk Si Putih 25 kilogram dengan label premium, padahal kualitasnya tidak sesuai standar.
Selama 4 tahun beroperasi, tersangka memasarkan 36 ton beras dengan total omzet mencapai Rp468 juta.
Bertahun-tahun
Direskrimsus, Komges Wirdhanto menambahkan kasus lain ditemukan di PB Berkah, Cianjur. Pemilih usaha menjual beras merk Slyp Pandan Wangi BR Cianjur yang ternyata berisi beras jenis lain.
Kegiatan ini telah berlangsung selama 4 tahun dengan total produksi beras 192 ton dan omzet mencapai Rp2,97 miliar.
Sementara itu, di wilayah Polresta Bandung, ditemukan delapan merek beras, seperti MA Premium, NJ Premium Jembar Wangi, dan Slyp Super TAN, yang tidak memenuhi standar mutu beras premium, bahkan tidak memenuhi mutu beras medium. Total kerugian masyarakat dari kasus ini diperkirakan mencapai Rp7 miliar.
"Di wilayah Polres Bogor ditemukan praktik repacking beras medium menjadi beras premium menggunakan merek-merek seperti Slyp Super Gambar Mawar, Ramos Bandung, hingga BMW. Salah satu pelaku, tersangka MAN telah menjalankan praktik ini sejak 2021 dengan omzet mencapai Rp1,4 miliar." tuturnya.
Dari seluruh kasus tersebut, penyidik telah menyita berbagai barang bukti, termasuk ribuan karung beras berbagai merek dan ukuran, alat produksi, nota transaksi, serta hasil uji laboratorium yang menunjukkan adanya pencampuran antara beras kepala, butir patah, dan menir.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan f UU Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar.
Sebagai tindak lanjut, Polda Jabar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat serta DKPP akan menarik 12 merek beras dari peredaran karena tidak memenuhi standar SNI 6128:2020 tentang mutu beras premium.
Satgas Pangan Polda Jabar juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam membeli beras, dengan memastikan label sesuai isi serta memperhatikan standar nasional yang berlaku. Penegakan hukum ini sekaligus menjadi bentuk nyata perlindungan terhadap konsumen dan stabilitas pasar pangan di Jawa Barat.
AS mengirimkan ganja itu menggunakan paket ekspedisi berisi serbuk kopi untuk mengelabui polisi.
Penyaluran bantuan yang dilakukan dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 ini diawali di Kecamatan Ciparay
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian pohon tumbang dan dampak angin kencang
Bandung adalah kota dengan energi besar, kreativitas tinggi, sekaligus ekspektasi publik yang tidak pernah kecil.
Bencana hidrometeorologi akibat dampak hujan deras disertai angin kencang tersebar di sejumlah kecamatan
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada arus mudik Lebaran, Dishub Cirebon menyiapkan berbagai perlengkapan.
Lewat Bazar Ramadan EIGER, warga bisa menikmati diskon hingga 50% untuk produk pilihan
WARGA Purwakarta antre untuk menukar uang receh melalui layanan Kas Keliling Bank Indonesia (BI).
UPAYA Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Pasar Murah Rakyat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga.
Pada 6-8 Maret, Persatuan Islam (Persis) menggelar Persis Ramadan Expo 2026 di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Bandung.
Buka puasa bersama pada Senin (2/3) petang di hotel berbintang lima di wilayah Lembang itu digelar saat pemerintah pusat mengencarkan seruan efisiensi anggaran.
Perbaikan jalan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin bidang Bina Marga.
Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya sangat bergantung pada kesiapan kendaraan dinas sebagai sarana operasional
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Limbah medis itu dimasukan dalam beberapa kantong plastik hitam dan ditumpuk dengan berbagai jenis sampah lainnya.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
SITUASI keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas mulai, berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum mengebut pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur di ruas-ruas jalan nasional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved