Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperkuat upaya mitigasi bencana. Salah satunya dilakukan dengan kegiatan susur sungai sebagai langkah pencegahan terjadinya potensi banjir limpasan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari, mengatakan di tengah tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini, kesiapsiagaan bencana harus dilakukan. Terutama menghadapi potensi banjir yang semakin meningkat.
"Sepekan terakhir wilayah kita diterjang bencana akibat cuaca ekstrem. Terutama banjir limpasan akibat meluapnya debit air sungai. Kita coba cegah terjadinya banjir dengan kegiatan susur sungai," kata Hasan, Rabu (13/11).
Susur sungai dilakukan dari hulu ke hilir. Upaya itu melibatkan berbagai elemen.
Tujuannya untuk memitigasi dampak banjir. Berbagai pihak mengamati langsung kondisi aliran sungai, mengidentifikasi titik-titik yang rawan banjir, dan mencari solusi untuk mengurangi risiko.
Dengan begitu, maka diharapkan mampu meminimalkan potensi dampak banjir terhadap warga. Terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai.
"Bencana tak mungkin sepenuhnya bisa kita hindari. Namun dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup, dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin," pungkasnya.
Angin kencang
Bencana dampak cuaca masih mengintai Kota Sukabumi. Pada Selasa (12/11) petang terjadi sejumlah bencana akibat angin kencang.
BPBD mencatat dampak angin kencang terjadi di 18 lokasi. Angin kencang mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga serta pohon tumbang.
"Data yang kami himpun hingga Selasa pukul 18.07 WIB, ada 18 lokasi terdampak angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat Taufik, Rabu (13/11).
Dampak bencana mengakibatkan atap terbawa rumah terjadi di 8 lokasi dan pohon tumbang di 10 lokasi.
"Mayoritas sudah kami tangani hingga Selasa malam," pungkasnya.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved