Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CIREBON tidak hanya batik Trusmi. Daerah ini juga memiliki kekayaan batik tradisional yang beragam dan masih terjaga.
Beragam paguyuban, kelompok dan komunitas masih menekuni pembuatan batik. Salah satunya Paguyuban Batik dan Kerajinan Godong Jati Cirebon.
Paguyuban ini berkegiatan di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton memberi kesempatan kepada kelompok ini untuk menggelar produk dan workshop di Pendopo Pengada, Keraton Kasepuhan Cirebon.
Baca juga : HUT RI, PLN Jabar Nyalakan Listrik 454 Pelanggan Lewat Program Light Up The Dream
"Cirebon memiliki 4 keraton, yang setiap keratonnya memiliki motif batik berbeda. Ada sekitar 500 motif batik keraton di Cirebon yang memiliki makna tersendiri dan berbeda satu dengan yang lainnya," ungkap Ketua Paguyuban Batik dan Kerajinan Godong Jati Cirebon, Elang Raharyadi Wijayakusuma.
Dia menambahkan keraton memberi kesempatan dan berupaya melestarikan kesenian batik. Tujuannya untuk menggeliatkan usaha kecil.
"Keraton juga berupaya terus mengenalkan produk kreatif tradisional agar dikenal wisatawan yang berkunjung ke Keraton Kasepuhan," ungkapnya dalam kegiatan Media Gathering PLN UID Jawa Barat di Cirebon, Selasa (20/8).
Baca juga : Masih Sering Turun Hujan, Produksi Garam di Cirebon Terganggu
Sementara itu, Dian, salah satu pengurus Paguyuban Batik dan Kerajinan Godong Jati, menambahkan, paguyuban ini terbentuk setelah Pemerintah Kota Cirebon menggelar pelatihan batik dengan pewarna alami. Dari kelompok ini, 10 orang di antaranya membentuk paguyuban.
"Kami terus bergerak dan melakukan pelatihan untuk menularkan ilmu membatik yang kami dapat. Kami melatih warga sekitar, komunitas, hingga sekolah-sekolah dari SD hingga SMA," ungkapnya.
Kegiatan paguyuban ini juga diwadahi Keraton Kasepuhan. Keraton memberikan waktu 3 hari dalam seminggu, bagi paguyuban untuk menggelar produk dan membuka workshop pelatihan di Pendopo Pengada.
Baca juga : Masuk Musim Kemarau, Pemkot Cirebon Waspadai Potensi Krisis Air Bersih dan Kebakaran TPA
"Ke depan, kami akan terus memproduksi batik dan turunannya. Kami juga mulai menggunakan peralatan batik bertenaga listrik yang lebih efisien dan cepat," tandasnya.
Saat ini, paguyuban tidak hanya memproduksi kain batik. Mereka juga sudah menghasilkan kaos dengan motif cetakan batik, serta sejumlah produk lain.
Baca juga : 5 Tahun, PLN Jawa Barat Listriki 883 Dusun
Bantuan PLN
Aktivitas paguyuban ini ternyata menarik perhatian PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat. Selasa (20/8), lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Jawa Barat menyerahkan bantuan peralatan bertenaga listrik senilai Rp139,35 juta.
Asep Priatna, Manager TJSL PLN Jawa Barat mengungkapkan, program TJSL PLN berkomitmen fokus dalam dua sektor, yakni pendidikan dan pemberdayaan UMKM. "PLN ingin hadir di tengah masyarakat. Khusus di Cirebon, dalam pemberdayaan UMKM, kami tertarik untuk ikut melestarikan Batik Cirebon."
Batik Cirebon, lanjutnya, kebanyakan dikerjakan ibu-ibu rumah tangga. Kerajinan ini telah mampu memberdayakan masyarakat dan ibu rumah tangga.
"Kami membantu, sekaligus memberi tantangan pada Paguyuban Batik Godong Jati untuk menggunakan peralatan bertenaga listrik. Mereka menyambut, karena dengan tenaga listrik kerja membatik lebih efisien dan lebih cepat," tambahnya.
Ke depan, Asep berjanji akan terus melakukan pendampingan dan membantu pemasaran hasil produksi paguyuban. "PLN memiliki marketplace yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pasar."
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved