Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) akhirnya bisa memetakan sesar aktif yang menjadi pemicu gempa bumi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) pada pergantian Tahun 2024. Sesar ini melintasi kawasan perkotaan Sumedang dari utara ke selatan, sehingga diberi nama Sesar Sumedang.
Berikut ini fakta mengenai Sesar Sumedang, seperti yang dikemukakan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Berdasarkan perkembangan analisis sesar pemicu gempabumi M4.8 Sumedang dan hasil survey lapangan, tim BMKG menemukan sejumlah fakta baru dengan data-data sebaran gempa bumi susulan, tatanan tektonik dan analisis mekanisme sumbernya.
Baca juga : Sesar Sumedang Penyebab Rentetan Gempa di Sumedang pada Awal Tahun
Gempa bumi tersebut disebabkan oleh sesar aktif yang melewati Kota Sumedang. BMKG menyampaikan, sesar ini belum terpetakan sebelumnya.
"Awalnya belum terpetakan, untuk selanjutnya sesuai analisis data seismisitas BMKG menyebutnya sebagai Sesar Sumedang. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter dan mekanisme sumbernya," terangnya.
Menurut Dwikorita, BMKG pun menyatakan gempa bumi tersebut merupakan gempabumi kerak dangkal, akibat aktivitas sesar aktif. Dengan mekanisme sumber merupakan kombinasi antara pergerakan mendatar dan naik, berarah cenderung Utara-Selatan. Itu semua dapat terukur sehingga akhirnya bisa teridentifikasi patahan atau sesar apa yang menyebabkan gempa.
Baca juga : Rentetan Gempa Jabar dan Sesar Aktif yang Belum Terpetakan
Dengan identifikasi adanya Sesar Sumedang ini, BMKG langsung berkoordinasi dengan Bupati Sumedang untuk segera menyesuaikan rencana tata ruang di wilayahnya dalam memitigasi dampak gempa di kemudian hari.
"Beliau memberi respon sangat positif dan segera menyempurnakan rencana tata ruang (RTR) wilayah di Kabupaten Sumedang serta menyempurnakan aturan standar bangunan tahan gempa," ungkap Dwikorita.
Pihaknya bersama Pemkab Sumedang segera memperkuat edukasi kebencanaan. Fakta yang ada, bukan untuk ditutupi atau dihindari, tetapi justru yang dihindari adalah bencananya atau risikonya.
Baca juga : Gempa Sumedang Akibat Sesar yang Belum Terpetakan
Dwikorita menekankan Pemkab Sumedang, perlu melakukan evaluasi RTR Wilayah Kabupaten Sumedang dengan mempertimbangkan Peta Zona Bahaya Gempabumi serta pelamparan sesar aktif, Sesar Sumedang. Kemudian meminta evaluasi dan penerapan Building Code atau aturan standar bangunan tahan gempa berdasarkan Peta Mikrozonasi berbasis Peak Ground Acceleration (PGA).
BMKG juga meminta pemda untuk mengedukasi dan sosialisasi kebencanaan yang berkesinambungan, terkait potensi bencana gempa bumi, maupun bahaya ikutannya, serta potensi bencana hidrometeorologi. Dalam hal itu BMKG siap untuk terus mendukung program edukasi tersebut," urainya.
Seperti diketahui, pada Minggu (31/12), terjadi gempa bumi tektonik di Sumedang. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi memiliki Magnitudo 4,8. Lokasi episenter gempa terletak pada koordinat 6.85° LS dan 107.94° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 km Timur Laut dari pusat kota Sumedang dengan kedalaman pusat gempa
(hiposenter) 5 km.
BMKG pun mencatat bahwa sebelum terjadi gempa bumi Magnitudo 4,8 ini telah didahului oleh gempa pendahuluan dengan magnitudo Magnitudo 4,1 kedalaman 7 km pada pukul 14.35 WIB dan Gempa kedua, Magnitudo 3,4 kedalaman 6 km pada pukul 15.38 WIB. (Z-4)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved