Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RENTETAN gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, awal tahun ini, disebabkan oleh Sesar Sumedang. Sesar itu panjangnya mencapai 2,5 kilometer dan berada tepat di bawah Kota Sumedang.
Kesimpulan itu merupakan hasil dari penelitian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, akhir pekan lalu. Penelitian dilakukan selama 2 bulan setelah gempa.
Gempa di Sumedang terjadi pada 31 Desember 2023 hingga Januari 2024. Gempa terkuat mencapai magnitudi 4,8 dan merusak ribuan rumah.
Baca juga : 5 Fakta Sesar Sumedang Penyebab Gempa di Akhir Tahun 2023
"Setelah kita berhasil mengidentifikasi sesat penyebab gempa, Pemkab Sumedang harus memperkuat upaya mitigasi bencana ke depannya. Pemkab Sumedang juga harus menyusun kembali peraturan pembangunan terkait rujukan tata
ruang dan tata wilayah," ungkap Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, saat menyerahkan dokumen hasil penelitian kepada Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman.
Herman berjanji hasil kajian BMKG itu akan dijadikan masukan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerahnya ke depan. "Ini akan jadi masukan bagi kami untuk melakukan revisi perda tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), karena mitigasi bencana gempa belum ada di dalamnya."
Dokumen terkait gempa ini akan menjadi dasar untuk merumuskan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana pembangunan jangka panjang daerah.
"Kami pastikan akan ada perubahan dan perbaikan terkait izin pembangunan. Kita akan sesuaikan izin membangun rumah, pabrik dan perkantoran, karena harus memperhatikan potensi bencana gempa," tandas Herman. (Z-6)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved