Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Odesa Indonesia mencatat sekitar 20 juta jiwa lebih penduduk
Indonesia kekurangan gizi. Mereka memiliki problem buruk dalam urusan makanan. Rendah gizi termasuk problem akut di masyarakat Indonesia yang belum teratasi dari tahun ke tahun.
"Selain masalah stunting, problem kurang gizi juga menimpa hampir
mayoritas warga yang tergolong miskin. Itu mudah kita temukan pada
kalangan keluarga minus sejahtera, di kalangan buruh tani yang
berpendapatan rendah," kata Ketua Yayasan Odesa Indonesia Faiz Mansur
saat membagikan bibit tanaman buah dan kelor untuk petani di Kampung Cisanggarung, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Menurut Faiz, gerakan membagi bibit seperti nangka, sirsak, sukun, jambu, duren, matoa, pepaya, sawo dan juga kelor adalah solusi praktis perbaikan gizi bagi rakyat desa. Sebab selama ini, para petani di kawasan Bandung Utara, lebih banyak menanam tanaman pendek sayuran dengan cara monokultur.
"Akibat model pertanian yang salah tersebut, banyak orang hanya
mendapatkan gizi dari pangan lokal sesaat. Selain itu, praktik pertanian monokultur sayuran juga merusak lahan," ungkapnya.
Faiz menambahkan, problem gizi di masyarakat desa salah satunya karena
petani, tidak memiliki sumber makanan yang bisa didapat dan dikonsumsi
secara langsung. Kalau hanya menanam sayur, apalagi hanya panen setahun
dua kali, jelas kebutuhan pangan sehari-hari tidak mencukupi. Kalau
tidak menanam buah dan ternak sendiri juga sulit mendapatkan gizi karena kemampuan petani minim untuk belanja makanan yang bergizi.
"Dengan menyebarkan tanaman buah-buahan, para petani di Cimenyan tentu
banyak yang merasakan manfaatnya. Terutama pada tanaman buah pepaya dan
tanaman kelor, warga sudah bisa mengonsumsinya setiap kali panen,"
lanjutnya.
Pada musim hujan tahun ini, kata Faiz, Odesa Indonesia akan membagikan 12.000 bibit buah-buahan kepada petani di Kecamatan Cimenyan, termasuk yang menggarap lahan di hutan Arcamanik. Buah pepaya cepat panen, hanya butuh sembilan bulan. Kelor cukup enam bulan. Dua tanaman ini sumber gizi baik untuk rakyat.
Sejak 2016 lalu, Yayasan Odesa Indonesia yang dimpimpin oleh Faiz
Manshur, telah banyak menyebarkan bibit buah-buahan dan tanaman pangan
sumber gizi seperti kelor, hanjeli, kopi dan sorgum. Tujuan program ini
selain meningkatkan gizi bagi para petani miskin juga dalam rangka
memperbaiki kerusakan alam akibat pertanian monokultur di Kecamatan
Cimenyan.
Para petani pun saat ini telah banyak mendapatkan manfaat dari
kontribusi Odesa Indonesia yang selama ini gigih mencarikan bibit dari
para donatur. Oman Alif, 61, petani yang selama ini dipercaya Odesa Indonesia mengurus penyebaran bibit mengatakan bahwa anjuran pertanian dari Odesa Indonesia tersebut telah banyak menolong ribuan orang.
"Kelor sering dicari orang untuk obat, juga untuk sayuran dan minuman.
Itu berkat ilmu dari Odesa. Kalau dulu masyarakat tidak tahu, sekarang
menjadi tahu. Tanaman buah-buahan juga sangat banyak diterima petani.
Setiap tahun selalu ada ribuan bibit yang kami salurkan kepada para
petani di bukit-bukit. Kami semua senang dengan program ini," aku Oman.
(SG)
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved