Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Natal Membasuh Luka Bangsa

25/12/2025 05:00

NATAL tahun ini datang di tengah gemuruh duka yang sedang merundung Ibu Pertiwi. Di saat jutaan umat bersiap menyambut kelahiran Sang Juru Selamat dengan sukacita, di sudut lain Nusantara, ribuan saudara kita masih harus berjibaku dengan lumpur banjir, dengan puing bangunan sisa kedahsyatan bencana, dengan segala kesulitan yang telah memorak-porandakan kehidupan mereka.

Rentetan musibah yang melanda sejumlah daerah di pengujung tahun ini seolah menjadi pengingat keras bahwa alam tengah mengirimkan sinyal kegelisahan. Dalam konteks itulah, Natal tahun ini tidak boleh terjebak dalam sekadar seremoni yang kedap terhadap realitas sosial. Natal kali ini harus diletakkan kembali ke khitahnya, yakni sebuah momentum untuk memperkuat keberagaman dan solidaritas sosial.

Tentu tidak ada satu pihak pun yang ingin 'melarang' kegembiraan. Akan tetapi, mesti disadari bahwa perayaan yang berlebihan di tengah tangis sesama bukan saja terasa tidak etis, melainkan juga mengkhianati esensi spiritualitas itu sendiri. Bukankah watak asli spiritualitas itu sangat menjunjung tinggi kemanusiaan?

Derajat kemuliaan Natal sesungguhnya tidak diukur dari seberapa gemerlap pesta perayaannya atau setinggi dan seindah apa pohon Natal yang dipajang di rumah-rumah kita. Kesederhanaan dan kesahajaan yang lahir dari empatilah yang akan meninggikan derajat Natal. Sebab, dalam kotak kesahajaan itulah sejatinya spirit cinta kasih bersemayam.

Apalagi untuk bangsa yang sedang berduka, cahaya Natal paling terang mungkin bukan berasal dari kilau lampu warna-warni, melainkan dari sinar lilin-lilin solidaritas. Natal akan lebih syahdu dan intim bila mimbar-mimbar gereja tidak sekadar menjadi tempat menggaungkan keimanan, tetapi juga dimaksimalkan untuk menggemakan solidaritas sosial dan mengulurkan tangan demi membantu saudara sebangsa.

Kesalehan ritual dalam perayaan Natal hendaknya dibarengi dengan kesalehan sosial yang memperkuat kohesi sosial, gotong royong, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan yang melampaui beragam identitas di masyarakat. Musibah tidak pernah memilih korbannya berdasarkan identitas, maka solidaritas pun tidak boleh dibatasi oleh dogma.

Karena itu, Natal adalah momentum emas untuk mempertebal tenun kebangsaan yang mungkin sempat koyak oleh berbagai hal termasuk bencana. Natal dalam keprihatinan justru memberi peluang bagi kita untuk menemukan makna kelahiran Yesus Kristus yang lebih murni dan membumi.

Editorial ini ingin mengajak kita semua merayakan Natal dengan kepala tertunduk dalam doa dan tangan yang terbuka lebar untuk mendekap mereka yang terluka. Mari kita buktikan bahwa di tengah badai musibah sekalipun, cahaya solidaritas anak bangsa tetap mampu berpijar sehingga mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah berduka dan terluka.

Selamat Natal bagi yang merayakan. Jadikanlah momen indah perayaan Natal sebagai jalan dan kesempatan untuk membasuh luka bangsa dengan cinta dan kasih yang nyata.
 

 



Berita Lainnya
  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.