Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Apresiasi Solidaritas Rakyat

11/12/2025 05:00

MESKI wakil rakyat Endipat Wijaya telah menyampaikan permintaan maaf secara personal kepada kreator konten Ferry Irwandi, berlanjutnya kemarahan publik tetap dapat dipahami. Para pejabat negara pun semestinya menangkap pesan di balik kemarahan itu, yakni ada kesalahan mendasar yang memicunya.

Kegeraman masyarakat bukan semata pembelaan terhadap kreator konten Ferry Irwandi, melainkan juga pembelaan terhadap solidaritas rakyat. Ketika Endipat membandingkan triliunan rupiah anggaran negara dengan Rp10,3 miliar yang dihimpun oleh Ferry serta miliaran rupiah lain dari para kreator konten untuk membantu korban banjir di Sumatra, ia tidak hanya mengecilkan arti gerakan solidaritas tersebut, tetapi juga menunjukkan kekeliruan logika.

Sesat pikir itu terlihat jelas ketika ia menilai seolah-olah rakyat sedang berlomba dengan negara hanya karena aksi mereka lebih viral. Cara pandang demikian bukan hanya keliru, melainkan juga ironis mengingat ia merupakan wakil rakyat yang semestinya memahami perbedaan antara kewajiban negara dan partisipasi sukarela masyarakat.

Dalam situasi darurat bencana seperti saat ini, sikap seperti itu sama kontraproduktifnya dengan tindakan Mirwan MS yang baru saja diberhentikan sementara dari jabatan Bupati Aceh Selatan. Keduanya, dengan cara masing-masing, merugikan semangat gotong royong nasional dalam proses pemulihan pascabencana.

Ke depan, segala bentuk ego lembaga atau ego pejabat harus dikesampingkan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat ialah prasyarat mutlak keberhasilan penanganan bencana. Kolaborasi bukan pilihan, melainkan keniscayaan.

Terkait dengan gerakan penggalangan dana publik, dapat dipahami keinginan pemerintah untuk memastikan akuntabilitas dan penyaluran dana yang tepat. Itulah yang terbaca dari imbauan Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Rabu (10/12) mengenai perlunya perizinan bagi kegiatan pengumpulan dana.

Namun, patut kita ingatkan agar ketentuan perizinan sebagaimana tertuang dalam Permensos 8/2021 tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang atau Barang tidak malah menjadi hambatan. Dalam kondisi kedaruratan seperti sekarang, Kemensos semestinya mengambil inisiatif membuat mekanisme tambahan yang mempermudah proses perizinan tanpa mengurangi aspek pengawasan.

Pada akhirnya kita perlu memahami bahwa setiap aksi solidaritas tidak hanya layak didukung, tetapi juga justru harus terus ditumbuhkan. Kedermawanan masyarakat Indonesia, yang telah diakui dunia, ialah modal sosial penting untuk mempercepat pemulihan daerah-daerah terdampak bencana, dari Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh. Solidaritas rakyat ialah kekuatan bangsa.

 

 



Berita Lainnya
  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.