Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI domestik menjadi sektor kunci bagi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang terancam menurun akibat merebaknya virus
Pasalnya, status negara maju tersebut akan berdampak buruk pada perdagangan dalam negeri.
Ekonomi DKI Jakarta pada 2020 diperkirakan meningkat sekitar 5,8-6,0 %. Konsumsi rumah tangga (RT) akan membaik di angka 5,8-6,2% sementara konsumsi pemerintah sebesar 16,4-16,8%.
“MA menyadari, hukum merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," kata Ketua MA Hatta Ali
"Pada 2021, ekonomi Sumut kami targetkan tumbuh 5,3-5,7% dengan rata rata pertumbuhan dari kabupaten/kota wilayah Pantai Barat sebesar 5,79%."
Sebelumnya, pemerintah memancang target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sekitar 5,1% hingga 5,5%.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dapat mendongkrak pendapatan per kapita menjadi Rp 27 juta per bulan pada 2045.
Bank Indonesia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi 5%-5,4%, dari sebelumnya 5,1%-5,5%. Penyebaran virus korona dinilai menekan laju perekonomian.
Ekonomi Tiongkok diprediksi akan turun 1% sebagai akibat dari virus korona. Akibatnya, ekonomi dalan negeri diprediksi akan tertekan 0,3%-0,6%.
Reaksi awal pasar terhadap korona cenderung negatif, hal ini karena adanya faktor ketidakpastian, sehingga muncul sentimen negatif.
Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Menyusul adanya kekhawatiran mengenai wabah virus korona yang masih berlangsung.
APBN itu tools pemerintah untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kita
MARI Elka Pangestu yang baru terpilih sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia
Asia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan benua-benua lain yang diprediksi masih mengalami perlambatan signifikan.
Pemerintah diminta fokus mengatasi problem dalam negeri untuk mendongkrak ekonomi yang melambat.
PRESIDEN Joko Widodo menyatakan tetap bersyukur dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tercatat 5,02% sepanjang 2019 meskipun melambat jika dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 5,17%.
LANGKAH pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi besar-besaran di luar Jawa belum mampu membuat posisi Jawa dan Sumatra sebagai kontributor utama pertumbuhan.
Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tersebut lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional, baik pada triwulan IV 2019 maupun keseluruhan tahun 2019,
Potensi penurunan ekonomi salah satunya akan bersumber dari sektor pariwisata. Hal ini disebabkan menurunnya sekitar 2 juta turis asal Tiongkok yang tidak dapat berkunjung.
Langkah pemerataan ekonomi yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo masih butuh waktu guna memunculkan sumber-sumber pertumbuhan baru di luar Jawa dan Sumatera.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved