Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat mengalami pelemahan pada Selasa (28/4) kemarin.
Diketahui, rupiah ditutup melemah pada level Rp15.380 per dolar AS, atau turun 70 poin dibandingkan hari sebelumnya Rp 15.310 per dolar AS. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah dipengaruhi banyak faktor teknikal, baik domestik maupun global.
"Untuk yang terjadi beberapa hari kemarin ada beberapa faktor. Misalnya dari dalam negeri, kebutuhan valas untuk korporasi lebih tinggi. Ini memengaruhi permintaan valas,” jelas Perry dalam telekonferensi, Rabu (29/4).
Baca juga: Antisipasi Covid-19, BI Keluarkan 5 Kebijakan Penguatan Rupiah
Menurutnya, sentimen juga berasal dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alhasil, pelaku pasar melihats situasi ini akan mengancam pertumbuhan ekonomi. Selain itu, prediksi Fitch terkait ekonomi Indonesia tumbuh 2,8%, juga menambah sentimen. Meski proyeksi itu lebih tinggi dari perkiraan BI untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini.
"Tapi ada juga faktor positif dari dalam maupun luar negeri. Seperti penawaran lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih tinggi menjadi Rp 44,4 triliun. Itu menunjukkan minat investor dalam dan luar negeri untuk membeli SBN ini 2,2 kali lipat dari target. Ini positif," pungkas Perry.
Baca juga: Jaga Likuiditas Perbankan, BI Gelontorkan Rp 503,8 Triliun
Selanjutnya, sentimen dari luar negeri berasal dari penguatan pasar future saham di AS dan Eropa. Perry menyebut hingga akhir tahun nilai tukar rupiah diprediksi stabil dan menguat ke arah Rp 15.000 per dolar AS. Apalagi ditambah dengan kondisi kurs pada level Rp15.400 per dolar AS yang masih undervalued. Pun, defisit transaksi berjalan lebih rendah dari target awal, yakni 2,5%-3% dari PDB.
"Insha Allah pada kuartal I 2020 itu di bawah 1,5% dari PDB. Untuk keseluruhan tahun ini di bawah 2%, jika defisit transaksi berjalannya lebih rendah. Berarti kekurangan devisa itu lebih rendah dan mendukung penguatan nilai tukar ke arah fundamentalnya," tandasnya.(OL-11)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved