Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
84% warga menilai kondisi ekonomi nasional lebih buruk dibanding sebelum ada wabah covid-19, yang menyatakan tidak ada perubahan hanya 8% dan yang menyatakan lebih baik hanya 2%.
Perkembangan pandemi covid-19 juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian di Indonesia. Salah satu implikasinya berupa penurunan pertumbuhan ekonomi
Puteri Komarudin menjelaskan bahwa terkait UMKM, Omnibus Law juga membuat beberapa terobosan. Kriteria UMKM tak lagi dilihat dari nilai kekayaan bersih seperti dalam UU UMKM.
Menko PMK Muhadjir Effendy mengibaratkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia layaknya beruang kutub yang sedang hibernasi, menghemat agar bisa bertahan hidup.
“Perlambatan itu sudah pasti. Yang bisa dilakukan adalah menahan agar penurunan atau minus nya tidak terlalu dalam,” ujar Piter kepada Media Indonesia, Kamis (7/5).
Dampak PSBB terhadap pembatasan mobilitas manusia, telah berdampak pada pendapatan masyarakat, konsumsi masyarakat, produksi, invetsasi dunia usaha, dan ekspor impor.
Penyebab utamanya tidak lain adalah serangan Covid-19 yang nyaris melumpuhkan perekonomian, tidak hanya nasional tetapi juga global.
"Angka 2,97% itu alhamdulillah, artinya jauh lebih baik dari sebagian besar negara lain yang negatif atau kalau pun positif itu lebih rendah."
Pemerintah bertekad memacu kinerja sektor industri agar terus mendorong roda perekonomian, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,97% di kuartal pertama 2020 ini. Pertembuhan ini tentunya lebih kecil dari kuartal pertama tahun lalu yang mencapai 5,07%.
Pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2020 sebesar 2,97% dianggap lebih baik ketimbang negara lain yang mendekati 0 hingga minus.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah sedang menyiapkan strategi keluar (exit strategy) bagi perekonomian Indonesia
"Berdasarkan rilis BPS ada beberapa hal yang menjadi catatan, yaitu pertumbuhan ekonomi kita kuartal I seperti diperkirakan akibat pandemi covid-19, kita masih positif di 2,97%."
Meski dampak pandemi covid-19 baru terasa menyeluruh pada Maret 2020, akan tetapi tak bisa dielakkan ada beberapa sektor yang terdampak lebih dulu karena adanya disrupsi rantai pasok
Pemerintah sedang menyiapkan program exit strategy dari kondisi pandemi ini, agar masalah bencana di kesehatan tidak merambat ke sektor-sektor lainnya.
Indonesia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp2.625,2 triliun dan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.783,9 triliun.
"Kondisi ini sama seperti yang dialami negara-negara lain yang mengalami perlambatan begitu dalam," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa (5/5).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di NTT diprakirakan menurun dari dua sektor yakni pengeluaran rumah tangga dan investasi sebagai dampak dari pandemik covid-19.
Indonesia, hingga kuartal pertama 2020 diprediksi tetap akan tumbuh positif lantaran di Januari hingga awal Maret 2020 ekonomi nasional masih berputar cukup baik
Pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas restrukturisasi dari pemerintah.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved