Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi (PE) Indonesia pada kuartal I turun tajam menjadi 2,97%. Angka ini menunjukkan perlambatan bila dibandingkan PE pada kuartal I 2019 lalu yang tumbuh 5,07%.
Perlambatan ini sebagai akibat dari tekanan ekonomi selama pandemi covid-19. Pemerintah pun diminta untuk mempercepat penyaluran bantuan stimulus fiskal.
Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah perlambatan ekonomi ini sudah diperkirakan sebelumnya. Hal ini disebabkan semua faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi yang sangat besar. Terutama konsumsi masyarakat yang mengalami penurunan taja, di tengah pandemi covid-19 ini.
“Perlambatan itu sudah pasti. Yang bisa dilakukan adalah menahan agar penurunan atau minus nya tidak terlalu dalam,” ujar Piter kepada Media Indonesia, Kamis (7/5).
Lebih lanjut pengamat ekonomi senior ini menjelaskan, konsumsi masyarakat turun ditunjukkan oleh indeks penjualan riil pada Januari-Maret yang turun secara berturut-turut. Bahkan pada bulan Maret diprediksikan turun hingga 5%. Sehingga konsumsi anjlok menjadi sekitar 2,6% dari angka indeks penjualan rill biasanya sekitar 5%.
“Padahal konsumsi menyumbang sekitar 56% dari pertumbuhan ekonomi. Jadi wajar kalau pertumbuhan ekonomi kita terkoreksi begitu dalam. Karena konsumsi juga turun sangat dalam. Apalagi ekspor juga turun, belanja pemerintah turun,” urainya.
Baca juga: Koordinasi Lemah Picu Sengkarut Bansos Pemprov DKI - Pusat
Melihat tekanan ekonomi yang berdampak pada hampir semua sektor, Piter meminta pemerintah untuk bergerak cepat dalam merealisasikan bantuan stimulus fiskal. Penyaluran stimulus ini memang bukan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi setidkanya menahan agar ekonomi Indonesia tak semakin jatuh.
“Yang bisa dilakukan pemerintah adalah mempercepat penyaluran bantuan stimulus fiskal. Tapi bukan untuk mendorong agar kembali tumbuh, tapi untuk menahan agar tidak terlalu dalam jatuhnya pertumbuhan ekonomi kita” sarannya pada pemerintah Indonesia.
Sementara itu, CORE memprediksi pada triwulan II tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami perlambatan yang lebih dalam. Ia menyampaikan prediksinya pada Media Indonesia, pertumbuhan ekonomi triwulan II akan di kisaran minus 1,9% sampai minus 7,5%.
“Pada triwulan II, CORE memperkirakan PE di kisaran minus 1,9% sampai dengan minus 7,5%. Dengan melihat pertumbuhan ekonomi triwulan 1 yang hanya 2,97%, saya kira pertumbuhan ekonomi triwulan II kira-kira di kisaran minus 5% sampai minus 6%,” tandasnya. (A-2)
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved