Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan pihaknya telah mencairkan anggaran sebesar Rp32,1 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2026.
"Hari ini, BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun. Belum ada sejarah kementerian yang mencairkan jumlah sebesar itu selama 1,5 bulan. Anggaran itu, 70% untuk bahan baku, 20% operasional, termasuk gaji karyawan SPPG, dan 10% insentif bagi mitra," ujar dia dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).
Dadan menyampaikan berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, setiap Rp1 yang dikeluarkan BGN akan menumbuhkan ekonomi kurang lebih tujuh kalinya.
"Berdasarkan prediksi World Bank, investasi terhadap nutrisi akan kembali 23 kali untuk jangka panjang, maka investasi kita dengan MBG itu nanti return-nya akan tinggi," katanya.
Menurutnya, MBG juga mampu mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) melalui konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.
Dadan memaparkan tahun ini, anggaran BGN tercatat sebesar Rp286 triliun dengan dana cadangan Rp67 triliun, sehingga mencapai Rp335 triliun, dan 93% anggaran tersebut dialirkan BGN melalui KPPN langsung ke SPPG di setiap provinsi.
"Uang yang cair ke mereka (SPPG) tiap bulan itu Rp1 miliar, 70% untuk bahan baku, 20% untuk karyawan, dan 10% untuk insentif mereka yang membangun SPPG," tuturnya.
Tak hanya itu, melalui Program MBG, kebutuhan akan semua bahan pangan juga mulai naik, karena untuk satu SPPG saja misalnya, untuk sekali makan, membutuhkan pisang sebanyak 3.000 buah.
"Petani hidroponik, pegawai pabrik tahu juga mulai bangkit kembali. Permintaan susu juga meningkat, karena satu SPPG dalam satu hari itu butuh 450 liter susu, sudah banyak sekarang pengusaha susu yang punya cold storage (pendingin) yang disiapkan untuk mendukung MBG," ucap Dadan.
Dadan menyampaikan investasi pada nutrisi merupakan salah satu cara mewujudkan perekonomian yang pintar. Oleh karena itu, BGN kini berperan dalam dua hal, yakni menciptakan permintaan dan menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada.
"BGN sekarang berperan dalam dua hal, menciptakan demand, yang diberi makna sama, tetapi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah makanan yang belum pernah mereka makan, sekaligus menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada, dengan MBG ini lapangan kerja diciptakan, karena satu SPPG membutuhkan 50 orang dan harus ada pemasok," ucapnya.
Menurutnya, melalui MBG, tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang meningkatkan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. (Ant/P-3)
BGN liburkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Idul Fitri 2026. Simak jadwal terbaru dan langkah BGN gandeng Kejagung awasi anggaran Rp5 triliun.
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis. Sampel dikirim ke Jayapura, SOP dapur diperketat.
BGN menemukan 80 SPPG di Solo Raya masih bergantung pada 1-5 supplier bahan pangan. Evaluasi operasional SPPG pun dilakukan.
Menko Airlangga Hartarto respons Fitch Ratings soal risiko fiskal program Makan Bergizi Gratis. Sebut investasi SDM beri manfaat ekonomi 7 kali lipat.
Kepala BGN Dadan Hindayana berharap penerima manfaat dan pekerja yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlindungi dengan BPJS Kesehatan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, secara tegas membantah narasi yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemangkasan anggaran dan program pendidikan
Hingga saat ini, BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran program MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh.
KEPALA BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), fokus pada peningkatan SPPG
PRESDIEN Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis atau MBG tak akan dihentikan meski mendapat kritik terkait besarnya kebutuhan anggaran di tengah tekanan fiskal.
Prabowo menyatakan penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.
Dia menyebut Program MBG akan kembali disalurkan kepada para penerima per 31 Maret 2026.
Penghentian sementara operasional MBG ini merupakan bagian dari manajemen strategis agar distribusi tetap tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved