Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Rasio Utang Tembus 40,46% PDB, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Terkendali

Insi Nantika Jelita
18/2/2026 16:44
Rasio Utang Tembus 40,46% PDB, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Terkendali
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali. Hal itu disampaikannya meskipun posisi utang pemerintah hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut, menurutnya, masih berada dalam batas aman karena defisit anggaran dijaga tidak melampaui ambang 3% Sepanjang 2025, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencapai 2,92% dari produk domestik bruto.

"Kita enggak lewatin 3%. Soal ekspansi fiskal kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya akan balik arah," ujar Purbaya di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

Pemerintah, katanya, saat ini menjalankan strategi ekonomi dengan memaksimalkan ruang defisit yang tersedia untuk mendorong pembalikan arah pertumbuhan. Langkah ekspansi fiskal ditempuh melalui pemberian stimulus agar aktivitas ekonomi kembali menguat.

"Jadi, strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Dan memastikan ekonomi berbalik arah kan. Itu sebetulnya strategi yang amat smart," tuturnya.

Ia menjelaskan selama defisit anggaran dijaga di bawah 3%, ruang fiskal masih berada pada level yang relatif aman untuk dimanfaatkan sebagai instrumen pengungkit pertumbuhan ekonomi. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah optimistis pergerakan ekonomi nasional akan kembali positif.

Ke depan, pemerintah akan mengatur arah kebijakan agar aktivitas ekonomi tetap terjaga dan tidak mengalami tekanan seperti periode sebelumnya. Purbaya menyinggung kondisi pada akhir triwulan ketiga tahun lalu ketika terjadi gelombang demonstrasi besar yang sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi. Menurutnya, situasi seperti itu tidak kembali terdeteksi sehingga prospek perekonomian dinilai lebih terjaga.

"Kita tinggal atur ke depan seperti apa yang ramai ekonominya. Tapi nggak terdeteksi seperti kemarin lagi, dimana kita mau hancur. Karena kemarin demo besar-besaran, akhir triwulan ketiga," pungkas Purbaya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya