Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah sedang menyiapkan strategi keluar (exit strategy) bagi perekonomian Indonesia
"Berdasarkan rilis BPS ada beberapa hal yang menjadi catatan, yaitu pertumbuhan ekonomi kita kuartal I seperti diperkirakan akibat pandemi covid-19, kita masih positif di 2,97%."
Meski dampak pandemi covid-19 baru terasa menyeluruh pada Maret 2020, akan tetapi tak bisa dielakkan ada beberapa sektor yang terdampak lebih dulu karena adanya disrupsi rantai pasok
Pemerintah sedang menyiapkan program exit strategy dari kondisi pandemi ini, agar masalah bencana di kesehatan tidak merambat ke sektor-sektor lainnya.
Indonesia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp2.625,2 triliun dan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.783,9 triliun.
"Kondisi ini sama seperti yang dialami negara-negara lain yang mengalami perlambatan begitu dalam," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa (5/5).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di NTT diprakirakan menurun dari dua sektor yakni pengeluaran rumah tangga dan investasi sebagai dampak dari pandemik covid-19.
Indonesia, hingga kuartal pertama 2020 diprediksi tetap akan tumbuh positif lantaran di Januari hingga awal Maret 2020 ekonomi nasional masih berputar cukup baik
Pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas restrukturisasi dari pemerintah.
Mulai dari kebutuhan valuta asing korporasi yang lebih tinggi, hingga penerapan kebijakan PSBB.
Sebelumnya BI menjelaskan bank sentral berupaya agar pertumbuhan ekonomi tidak berada di bawah 2,3%.
Perekonomian jangan diabaikan di tengah pandemi. Jika ekonomi berhenti, manusia akan sengsara.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 1,8% pada tahun ini sebagai dampak pandemi covid-19. Namun, kondisi akan membaik secara kuat
KEPERCAYAAN investor terhadap daya tahan perekonomian Indonesia menghadapi pandemi covid-10 mulai meningkat.
Pendapatan negara yang tumbuh 7,7% atau sekitar Rp375,9 triliun. Sementara belanja negara lebih besar yaitu sekitar Rp452,4 triliun atau sekitar 17,8% dari APBN.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penetapan angka tersebut sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi nasional yang akan mulai terjadi pada pengujung tahun ini.
Kuartal kedua tahun ini diperkirakan akan menjadi periode terberat dengan angka pertumbuhan di kisaran 0,3% hingga minus 2,6%.
Tidak lari dari kenyataan, Presiden Joko Widodo mengamini pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam akibat pandemi covid-19.
Pada skenario dasar, negara berkembang di Asia Timur dsn Pasifik diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi di angka 2,1% dan -0,5%
Tanpa disadari, kehadiran virus itu telah mengajak semua pihak untuk menghentikan aktivitas rutin mereka, seraya memberikan kesempatan bagi Bumi tempat kita berpijak ini untuk beristirahat.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved