Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang sangat ambisius pada 2021 yakni di kisaran 4,5% sampai 5,5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penetapan angka tersebut sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi nasional yang akan mulai terjadi pada pengujung tahun ini.
Dia menambahkan, target tersebut akan disampaikan oleh pemerintah kepada DPR dalam waktu dekat.
"Kami akan sampaikan outlook proyeksi 2021 kepada DPR. Pertumbuhan ekonomi antara 4,5% sampai 5,5%," ujar Sri Mulyani usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (14/4).
Namun, proyeksi tersebut bukan tanpa catatan. Pemerintah masih akan melihat perkembangan dari pandemi covid-19. Jika penanganan bisa dilaksanakan dengan cepat, Ani optimistis target tersebut tidak mustahil dicapai.
"Kita membuat proyeksi dengan banyak catatan. Kita harap sudah membaik di kuartal ketiga dan akselerasi di kuartal keempat," tuturnya.
Baca juga: Ekonomi RI Terancam Resesi, Menkeu : Kita upayakan Tidak Terjadi
Adapun, untuk defisit anggaran, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menargetkan pada tahun depan bisa dijaga di level 3%.
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, pemerintah diperkenankan melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari semula hanya 3% menjadi di atas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 2022.
"Tahun ini defisit kita jaga di 5% atau mungkin bisa lebih rendah kalau kita disiplin. Kalau tahun depan, desainnya defisit sekitar 3% sampai 4%. Ini untuk meningkatkan disiplin anggaran dan menurunkan defisit. Dan ini akan kita fokuskan untuk belanja barang atau sektor yang menjadi prioritas tahun depan, yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi di berbagai bidang. Seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial serta untuk transformasi ekonomi," jelas Ani. (A-2)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved