Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang sangat ambisius pada 2021 yakni di kisaran 4,5% sampai 5,5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penetapan angka tersebut sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi nasional yang akan mulai terjadi pada pengujung tahun ini.
Dia menambahkan, target tersebut akan disampaikan oleh pemerintah kepada DPR dalam waktu dekat.
"Kami akan sampaikan outlook proyeksi 2021 kepada DPR. Pertumbuhan ekonomi antara 4,5% sampai 5,5%," ujar Sri Mulyani usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (14/4).
Namun, proyeksi tersebut bukan tanpa catatan. Pemerintah masih akan melihat perkembangan dari pandemi covid-19. Jika penanganan bisa dilaksanakan dengan cepat, Ani optimistis target tersebut tidak mustahil dicapai.
"Kita membuat proyeksi dengan banyak catatan. Kita harap sudah membaik di kuartal ketiga dan akselerasi di kuartal keempat," tuturnya.
Baca juga: Ekonomi RI Terancam Resesi, Menkeu : Kita upayakan Tidak Terjadi
Adapun, untuk defisit anggaran, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menargetkan pada tahun depan bisa dijaga di level 3%.
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, pemerintah diperkenankan melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari semula hanya 3% menjadi di atas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 2022.
"Tahun ini defisit kita jaga di 5% atau mungkin bisa lebih rendah kalau kita disiplin. Kalau tahun depan, desainnya defisit sekitar 3% sampai 4%. Ini untuk meningkatkan disiplin anggaran dan menurunkan defisit. Dan ini akan kita fokuskan untuk belanja barang atau sektor yang menjadi prioritas tahun depan, yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi di berbagai bidang. Seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial serta untuk transformasi ekonomi," jelas Ani. (A-2)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved