Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

UBS OneASEAN Summit 2026 Bahas Prospek Investasi di Asia Tenggara

Naufal Zuhdi
04/3/2026 15:51
UBS OneASEAN Summit 2026 Bahas Prospek Investasi di Asia Tenggara
Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia Nicolo Magni(UBS)

UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara. Forum tahunan ini menjadi wadah bagi para pelaku pasar global untuk bertukar pandangan strategis dan membahas peluang investasi terbaru di kawasan Asia Tenggara di 2026.

Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia Nicolo Magni menyampaikan bahwa OneASEAN Summit telah berkembang menjadi platform penting bagi komunitas investasi global dalam memahami dinamika bisnis di kawasan.

“Konferensi unggulan UBS OneASEAN Summit terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, dengan menghadirkan investor institusional, korporasi terkemuka, serta global thought leaders untuk membahas tren utama yang membentuk lanskap bisnis saat ini. Asia Tenggara semakin dipandang sebagai alternatif strategis bagi investor global,” ujar Magni.

Menurutnya, momentum transaksi diperkirakan tetap kuat hingga 2026 dengan aktivitas pasar modal yang semakin dinamis, terutama pada sektor kesehatan, real estate, dan industri konsumen.

Ekonomi ASEAN Diproyeksi Stabil

Pandangan tersebut diperkuat oleh Senior ASEAN and Asia Economist UBS Investment Bank Global Research Grace Lim yang menilai fundamental ekonomi Asia Tenggara masih solid. Ia memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negara-negara ASEAN-6 berada di kisaran 4,9 persen pada 2026.

“Kami memperkirakan pertumbuhan PDB ASEAN-6 akan berada di kisaran 4,9% pada 2026, mencerminkan fase ekspansi yang stabil. Asia Tenggara terus mendapatkan manfaat dari integrasi yang mendalam dalam rantai nilai manufaktur global, didukung oleh basis pasar domestik yang besar,” jelas Grace.

Menurutnya, pertumbuhan kawasan didorong oleh berbagai faktor domestik, seperti konsumsi rumah tangga di Indonesia, peningkatan investasi swasta di Thailand dan Filipina, serta ketahanan ekspor teknologi di Singapura dan Malaysia.

Selama dua hari penyelenggaraan, UBS OneASEAN Summit menghadirkan berbagai diskusi panel yang menyoroti perkembangan ekonomi global dan implikasinya bagi Asia Tenggara. Topik yang dibahas antara lain ketidakseimbangan perdagangan global, peluang investasi lintas kawasan di Tiongkok, Jepang, dan Eropa, prospek emas serta logam mulia, hingga perkembangan aset digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) di kawasan ASEAN.

Konferensi tersebut juga membahas peran sistem energi baru dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang semakin dipengaruhi oleh teknologi AI.

Sejumlah tokoh dari berbagai bidang turut menjadi pembicara dalam forum tersebut, di antaranya Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara. Selain itu, hadir pula Brad Setser dari Council on Foreign Relations, Alfred Schipke dari National University of Singapore, serta Ken Jimbo dari Keio University. Forum tersebut juga menghadirkan Peter Conti-Brown dari The Wharton School dan sejarawan Inggris William Dalrymple yang dikenal melalui sejumlah karya seperti White Mughals, The Last Mughal, dan Return of a King.

Melalui forum ini, UBS berharap dapat memperkuat dialog strategis antara investor global, pembuat kebijakan, dan pelaku industri guna memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya