Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Prabowo Paparkan Kunci Jaga Pertumbuhan di Atas 5 Persen di Depan Pengusaha AS

Andhika Prasetyo
19/2/2026 09:34
Prabowo Paparkan Kunci Jaga Pertumbuhan di Atas 5 Persen di Depan Pengusaha AS
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO).(Antara)

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas dan transisi energi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Penjelasan itu ia sampaikan di depan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC.

Prabowo menekankan bahwa kerja sama dan stabilitas menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menyebut kolaborasi dan kompromi di antara para pemimpin negara dapat membangun kepercayaan investor.

"Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak," ujar Prabowo.

Menurutnya, stabilitas politik, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Presiden juga menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, ditopang oleh disiplin fiskal dan pertumbuhan yang stabil.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi dari lapisan masyarakat paling bawah agar pertumbuhan dapat berkelanjutan, dengan tetap memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara sehat.

"Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan," katanya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas tetap menjadi prioritas, terutama dalam meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan pelabuhan, bandara, dan jalan tol. Pemerintah juga menempatkan transisi energi sebagai bagian dari strategi jangka panjang dengan komitmen pada pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau.

"Kami berkomitmen pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau, namun pendekatan kami sangat pragmatis," imbuhnya.

Melalui kombinasi stabilitas politik, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta transisi energi yang terukur, pemerintah optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya