Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang didampingi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3). Manajemen perusahaan menegaskan bahwa angka sekitar Rp14,5 triliun yang sempat disebut dalam sejumlah pemberitaan bukan merupakan keuntungan, aset, maupun pendapatan perusahaan.
Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tomi Taufan mengatakan klarifikasi tersebut diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik maupun investor.
“Terkait angka sekitar Rp14,5 triliun yang disebutkan dalam sejumlah pemberitaan, kami perlu menegaskan bahwa nilai tersebut bukan merupakan keuntungan, aset, maupun pendapatan Mirae Asset Sekuritas,” ujar Tomi dalam keterangan tertulis.
Mirae Asset juga memastikan bahwa seluruh aset milik nasabah tetap aman. Dana dan efek investor tercatat serta tersimpan dalam sistem PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Manajemen menjelaskan bahwa dana serta portofolio investasi nasabah disimpan secara terpisah sesuai ketentuan yang berlaku dan berada di bawah pengawasan otoritas pasar modal.
“Efek dan dana milik nasabah tercatat dan tersimpan dalam sistem KSEI. Selain itu, dana serta portofolio investasi nasabah juga disimpan secara terpisah sesuai ketentuan yang berlaku dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait,” tulis manajemen.
Perusahaan juga menegaskan bahwa kegiatan operasional tetap berjalan normal di tengah proses yang sedang berlangsung. Sebagai perusahaan sekuritas, Mirae Asset menyatakan akan terus memberikan layanan investasi kepada nasabah dengan memperkuat teknologi, infrastruktur sistem, serta standar keamanan. Selain itu, perusahaan menyatakan menghormati proses yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang dan siap bersikap kooperatif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.
“Mirae Asset senantiasa menjunjung tinggi prinsip transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku di pasar modal Indonesia,” tutup manajemen. (E-3)
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Penggeledahan tersebut dilakukan oleh OJK dengan pendampingan dari Bareskrim Polri karena PT MA diduga terlibat dalam kasus pasar modal.
OJK menggeledah kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan manipulasi IPO saham BEBS, transaksi semu, dan insider trading yang terjadi pada 2020-2022.
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved