Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Transparansi Radikal: Efek KSEI Buka Data Pemilik Saham 1% bagi Investor

Media Indonesia
03/3/2026 20:15
Transparansi Radikal: Efek KSEI Buka Data Pemilik Saham 1% bagi Investor
Ilustrasi(MI/SUSANTO)

PASAR modal Indonesia memasuki babak baru dalam hal transparansi. Mulai hari ini, Selasa (3/3/2026), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memublikasikan data kepemilikan saham perusahaan tercatat dengan porsi di atas 1% kepada publik.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026. Dengan aturan baru ini, batas pengungkapan (disclosure) diturunkan secara signifikan dari sebelumnya yang hanya diwajibkan untuk kepemilikan di atas 5%.

Jadwal dan Mekanisme Akses Data

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengonfirmasi bahwa data tersebut sudah mulai bisa dinikmati investor tepat setelah perdagangan hari ini berakhir pukul 16.00 WIB.

“Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3).

Data kepemilikan saham ini akan disediakan oleh KSEI sebagai pusat data dan dipublikasikan secara berkala setiap bulan melalui situs resmi BEI (www.idx.co.id). Format penyajiannya akan serupa dengan laporan kepemilikan di atas 5% yang selama ini sudah tersedia.

Update Aturan Free Float 15%

Selain pembukaan data 1%, BEI juga melaporkan perkembangan terkini mengenai rencana kenaikan batas minimal saham publik (free float) menjadi 15%. Jeffrey mengungkapkan bahwa draf aturan tersebut telah rampung dibahas secara internal dan telah diserahkan kepada OJK per Senin (2/3).

“Kami harapkan bisa mendapatkan persetujuan dari OJK segera untuk kemudian kami tetapkan peraturannya di bulan Maret ini juga,” tambahnya. Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 200 emiten yang saat ini porsi free float-nya masih di bawah 15%.

Agenda Reformasi Maret 2026 Target Jadwal Status Terkini
Publikasi Data Pemilik Saham >1% 3 Maret 2026 EFEKTIF HARI INI
Shareholders Concentration List Minggu II Maret 2026 Koordinasi Metodologi OJK
Kenaikan Free Float ke 15% Maret 2026 Draf di Tangan OJK
Granularitas Data (27 Sub-tipe) Maret 2026 Progres 94%

Analisis Redaksi: Langkah ini merupakan respons agresif Indonesia terhadap peringatan MSCI pada akhir Januari lalu mengenai potensi penurunan status pasar Indonesia. Dengan membuka data hingga level 1%, celah manipulasi harga diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Dampak Bagi Investor Ritel

Transparansi ini memungkinkan investor ritel untuk memantau pergerakan "pemain besar" di bawah ambang batas 5% yang selama ini tersembunyi. Dengan tersedianya informasi kepemilikan saham di atas 1%, investor dapat memperoleh referensi yang lebih akurat dalam proses pengambilan keputusan investasi, sekaligus memperkuat integritas pasar modal nasional.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya