Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial. Namun di tengah dinamika tersebut, sejumlah platform investasi digital justru menunjukkan ketahanan bisnis sekaligus pertumbuhan signifikan melalui inovasi produk dan peningkatan jumlah pengguna.
Stockbit dan Bibit menjadi dua contoh platform investasi digital yang mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah perubahan lanskap industri. Keduanya mencatatkan peningkatan transaksi, basis pengguna yang besar, serta inovasi produk yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan investor. Stockbit dikenal sebagai platform investasi saham yang digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari investor pemula hingga profesional. Salah satu keunggulan utama platform ini adalah kombinasi antara kemudahan akses dan fitur analisis yang mendalam.
Selain menyediakan layanan transaksi saham, Stockbit juga menghadirkan fitur komunitas diskusi investor secara real-time. Melalui fitur tersebut, para pengguna dapat berbagi pandangan, analisis data, serta sentimen pasar secara langsung dengan investor lainnya.
Untuk menjaga keamanan pengguna, platform ini juga dilengkapi berbagai lapisan perlindungan seperti autentikasi biometrik dan sistem keamanan akun berlapis.
Dari sisi kinerja transaksi, Stockbit mencatat pertumbuhan signifikan. Pada Februari 2026, nilai transaksi tercatat mencapai Rp107 triliun, meningkat sekitar 600 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Rp17 triliun pada periode yang sama pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan percepatan adopsi investasi digital sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap platform ini.
Sementara itu, Bibit yang dikenal sebagai aplikasi investasi reksa dana juga menunjukkan performa yang kuat sepanjang 2025. Aplikasi tersebut diunduh lebih dari dua juta kali dalam satu tahun, dengan sekitar 1,7 juta portofolio investasi aktif yang dikelola melalui platform tersebut.
Sepanjang 2025, Bibit juga menerima sejumlah penghargaan industri yang menilai inovasi produk, pertumbuhan pengguna, serta kontribusi perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia.
Di balik pencapaian bisnis tersebut, perusahaan juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Jhohanes Silalahi, HR Manager Stockbit dan Bibit, mengatakan bahwa pertumbuhan perusahaan selalu berjalan beriringan dengan perkembangan talenta di dalam organisasi.
“Kami percaya talenta terbaik tidak hanya mencari tempat bekerja, tetapi mencari tempat belajar, bereksperimen, dan membangun sesuatu yang berdampak luas. Di Stockbit dan Bibit, setiap individu diberi ruang untuk berkembang sekaligus berkontribusi pada misi besar memperluas akses investasi yang aman, mudah, dan seamless bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurut Jhohanes, budaya kerja yang dibangun perusahaan juga mendorong setiap anggota tim untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap inovasi produk yang dihasilkan.
“Seperti ekosistem startup pada umumnya, Stockbit dan Bibit menjanjikan lingkungan yang dinamis dan penuh kesempatan. Kami membangun budaya yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelanggan. Talenta digital yang ingin mengasah kemampuan di bidang teknologi dan investasi di pasar modal akan menemukan tantangan yang relevan sekaligus kesempatan pembelajaran yang berkelanjutan di sini. Pertumbuhan bisnis kami sepanjang 2025 juga membuka semakin banyak ruang bagi talenta untuk berkembang dan tumbuh bersama perusahaan,” tambahnya.
Ketika sebagian perusahaan teknologi global menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi, sektor investasi digital di Indonesia justru memperlihatkan peluang pertumbuhan yang masih terbuka.
Inovasi produk, peningkatan jumlah pengguna, serta penguatan ekosistem investasi digital dinilai menjadi fondasi penting untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
“Pertumbuhan strategi bisnis kami di 2026 mendorong kebutuhan akan lebih banyak talenta muda yang siap berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi industri. Karena pada akhirnya, membangun masa depan finansial Indonesia bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang orang-orang di baliknya,” tutup Jhohanes. (E-3)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, risiko kejahatan siber seperti penipuan online, phishing, dan penyalahgunaan identitas juga kian berkembang.
HIPMI dan HAI meluncurkan Elite Investment Club (EIC), platform kolaborasi investasi berbasis AI untuk memperkuat ekosistem pengusaha muda menuju Indonesia Emas 2045.
Langkah ini menjadi strategi penting dalam memperluas akses literasi dan inklusi keuangan, khususnya untuk mendukung pengembangan ekosistem investasi di Kalimantan Timur
Indonesia kini menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai US$90 miliar yang diperkirakan akan tumbuh menjadi US$360 miliar pada 2030.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved